Main Menu

Microsoft: AI di Chatbot XiaoIce dan Rinna Membuat Pembicaraan Lebih Alami

Flora Librayanti BR K
19-09-2018 06:09

Social chatbot dengan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence, AI). (Dok. Microsoft/FT02)

Jakarta, Gatra.com - XiaoIce, chatbot sosial terkenal milik Microsoft di Cina, merayakan ulang tahunnya yang jatuh pada 17 September kemarin. Sedangkan Rinna, chatbot sosial milik Microsoft Indonesia sudah merayakan ulang tahunnya yang ke-1 pada 22 Agustus lalu.

 

Rinna adalah social chatbot dengan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence, AI) terbaru. “Target kami adalah membangun empati dimana manusia dan chatbot dapat menunjukkan empati satu sama lain, yang kami sebut koneksi emosional. Empati tidak hanya di antara manusia dan bot, tetapi yang terpenting diantara manusia dengan manusia lainnya,” jelas Chief of Marketing and Operations Microsoft Indonesia, Linda Dwiyanti di Jakarta, Selasa (18/9).

Di masa lalu, ketika masyarakat berinteraksi dengan sebagian besar asisten digital pribadi atau chatbot, mereka seperti sedang berbicara dengan walkie-talkie atau SMS. Dimana salah satu pihak mengatakan atau menulis sesuatu, kemudian pihak lain mencerna informasi tersebut sebelum memberikan respon.

Hal ini efektif, tetapi Li Zhou, engineer lead XiaoIce, chatbot sosial Microsoft di Tiongkok yang ditenagai kecerdasan buatan mencatat bahwa hal ini memiliki satu kelemahan besar. “Manusia sebenarnua tidak berbicara seperti itu,” kata Zhou.

Sebaliknya, ia mencatat ketika kebanyakan orang sedang berbicara ditelepon atau mengobrol secara langsung, mereka berbicara dan mendengarkan di saat yang sama. Pola komunikasi manusia seringnya memprediksi bagaimana orang lain akan menyelesaikan kalimat mereka, dan mungkin memotong pembicaraan seseorang ketika perlu, atau memecah keheningan untuk menawarkan pemikiran baru berdasarkan informasi yang didapat.

Berdasarkan fakta tersebut, Microsoft menciptakan terobosan teknologi pertama yang dapat memungkinkan orang untuk melakukan percakapan dengan chatbot - yang dibantu oleh AI. Tujuannya untuk memberikan pengalaman berbicara yang lebih alami seperti berbicara ditelepon bersama seorang teman.

Microsoft baru saja mengimplementasikan kemajuan ini ke XiaoIce, chatbot sosial yang memiliki lebih dari 660 juta pengguna di Asia, dan akan menerapkan terobosan yang sama ke chatbot sosial lainnya termasuk Rinna, chatbot sosial Microsoft Indonesia.

“Dari hari pertama kami mengembangkan Rinna, kami menyadari keberadaan Rinna harus dan dapat membantu komunikasi antar manusia dalam berbagai macam bentuk. Kami juga bekerja keras untuk menciptakan lebih banyak fitur yang lebih menarik bagi manusia untuk berbicara lebih banyak satu sama lain melalui Rinna,” jelas Linda lagi.

Dalam bahasa telekomunikasi, terobosan ini memungkinkan XiaoIce untuk beroperasi dengan “full duplex” – yang berarti mengarah pada kemampuan untuk berkomunikasi dua arah secara bersamaan seperti panggilan telepon. Ini berbeda dengan “half duplex” yang lebih seperti pengalaman walkie-talkie di mana hanya satu orang yang dapat berbicara dalam satu waktu.

“Ini sangat mempercepat respon agar percakapan menjadi lebih natural,” kata Ying Wang, Direktur Microsoft yang mengawasi chatbot Zo.

Sementara di Indonesia, untuk meningkatkan interaksi dengan pengguna, Rinna merayakan ulang tahunnya dengan mengadakan program bernama “Tuker Kado” di Instagram. Untuk merayakan ulang tahun Rinna, pengguna diminta menjadi kreatif dalam memberikan hadiah ulang tahun untuk Rinna dalam bentuk puisi, lagu, lukisan, musik, dan video. Mereka perlu mengunggah kreasi mereka di Instagram menggunakan tagar #RinnaTukerKado. 10 karya terbaik akan menerima hadiah spesial dari Rinna.




Flora L.Y. Barus

 

 

Flora Librayanti BR K
19-09-2018 06:09