Main Menu

KPAI Telusuri Asal Soal Ujian Yang Mengarahkan anak SD ke Miras

Ervan
04-10-2015 10:05

Minuman keras (ANTARA/Reno Esnir)

Jakarta, GATRAnews - Jagat media sosial kembali dihebohkan oleh potongan foto soal ujian sekolah dasar (SD) kelas 5 yang mengarahkan anak minum minuman keras. Adalah anggota DPD RI, Fahira Idris yang memposting potongan soal tersebut ke akun twitternya.

 

Dalam soal ujian pilihan ganda mata pelajaran bahasa Inggris tersebut, ada pertanyaan 'Apa minuman favorit kamu?'. Ada empat pilihan jawaban yakni a. Jam (selai) b. Beef (daging sapi) c. Loaf (roti) d. wine (minuman keras/anggur). Dalam postingan tersebut, terdapat keterangan kalau soal untuk mata pelajaran Bahasa Inggris tersebut beredar di daerah Klaten, Jawa Tengah.

 

Lewat soal tersebut, anak-anak SD secara tidak langsung diarahkan untuk minum minuman keras. Pilihan jawaban tersebut hanya menunjukkan wine sebagai jawaban yang paling benar, karena merupakan jenis minuman, sedangkan pilihan lain merupakan jenis makanan. 

 

"Sosialisasi miras ke anak-anak SD? Mau jadi apa bangsa ini?," ujar wakil ketua Komite III DPD RI, Fahira Idris, dalam akun twitternya @FahiraIdris, Jumat (2/10).

 

Soal ujian SD yang dinilai mengarah pada miras (GATRAnews/dok)

Menanggapi soal ujian tersebut, Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto mengaku sedang mendalaminya.

 

"KPAI sedang mendalami beredarnya potongan soal tersebut, terkait kebenaran isi soal, siapa pembuat soalnya, argumentasinya apa, apa motifnya, mengapa alur soal seperti itu serta sejauhmana peran dinas pendidikan," jelas Susanto lewat pesan singkat, Minggu (4/10).

 

KPAI menyayangkan adanya soal ujian seperti itu, harusnya menurut Susanto, Dinas Pendidikan memastikan tak ada soal ujian yang melenceng dari moral dan berorientasi negatif.

 

"Dinas pendidikan harus memastikan isi soal sesuai dengan prinsip-prinsip nilai pendidikan dan tak boleh ada ruang anak memilih, apalagi mengambil keputusan yang berorientasi  negatif. Karena, khittah pendidikan sejatinya mengusung nilai keadaban, nilai kebaikan, nilai yang luhur, dan bukan sebaliknya.


Reporter: Ervan Bayu

 

 

Ervan
04-10-2015 10:05