Main Menu

Selama Ujian SMU, Aljazair Blokir Facebook dan Twitter

Dani Hamdani
20-06-2016 21:15

Facebook (AFP/Tobias Schwarz/HR02)

Aljir, GATRANews - Jutaan pengguna Facebook dan Twitter di Aljazair sejak Sabtu malam lalu tak bisa mengakses media sosial mereka. Pemerintah Aljazair memblokir sementara sejumlah jejaring sosial, Minggu (19/6), guna mencegah kecurangan, setelah ribuan siswa SMA di negara kaya minyak itu harus menjalani tes ulang karena bocornya soal ujian.

 

Para pemilik media sosial itu baru dapat menggunakan kembali akun mereka setelah  ujian berakhir pada Kamis pekan ini, demikian menurut keterangan narasumber kepada AFP.

 

Keputusan itu "secara langsung terkait dengan ujian akhir" dan ditujukan untuk "mencegah para siswa terjebak soal-soal palsu" yang diunggah di dunia maya. 

 

Lebih dari 500 ribu siswa dari total 800 ribu yang telah menjalani ujian akhir pada bulan ini kembali menjalani ujian pada Minggu, menurut keterangan Kementerian Pendidikan. 

 

Kementerian pendidikan mengatakan sebagian besar kebocoran terkait dengan mata pelajaran sains dan matematika. 

 

"Pihak berwenang telah memilih solusi paling sederhana," kata ahli teknologi informasi Younes Grar seperti dilaporkan Antara.

 

Ia mengatakan risiko kecurangan bisa dicegah jika pemerintah memilih untuk mengenkripsi soal ujian dan dicetak di pusat-pusat ujian, bukannya mengangkut lembar-lembar soal ujian ke seluruh negeri.

 

"Keputusan untuk memblokir jejaring sosial telah menghukum jutaan pengguna Internet," katanya.

 

Menurut perkiraan pemerintah, 18 juta warga Aljazair dari total 40 juta penduduk aktif menggunakan Internet dan jejaring sosial. 

 

Pada Minggu, sejumlah pengguna Internet mengatakan mereka kesulitan mengakses berbagai situs termasuk Google meski pemerintah menyatakan hanya jejaring sosial yang diblokir. 

 

Kebocoran soal ujian menuai kecaman di negara kaya minyak tersebut. 

 

Petugas, guru dan bahkan kepala badan ujian nasional Aljazair ditangkap atas dugaan keterlibatan dalam skandal tersebut.


Editor: Dani Hamdani 

Dani Hamdani
20-06-2016 21:15