Main Menu

Tim None Developers Indonesia Runner-Up Microsoft Imagine Cup 2016

Tian Arief
01-08-2016 09:31

Tim None Developers asal Indonesia, Juara II Microsoft Imagine Cup 2016 (GATRAnews/Dok Microsoft Indonesia)

Jakarta, GATRAnews – None Developers, tim developer muda asal Universitas Trunojoyo, Indonesia, berhasil menduduki posisi juara kedua (runner-up) Imagine Cup 2016 tingkat dunia untuk kategori Games. Karya andalan mereka, game bernama Froggy and The Pesticide.1, yang bertema kesadaran lingkungan.

Froggy and the Pesticide merupakan sebuah game yang didesain untuk menanamkan kesadaran lingkungan. Melalui game tesebut, keempat anak muda Indonesia asal Madura ini menyarankan penggunaan biopestisida dan memberikan informasi tentang bahaya pestisida kimiawi. Atas prestasi mereka, None Developers sukses membawa pulang hadiah US$10.000.

Dalam perjalanan mereka di ajang Imagine Cup 2016, sebagaimana disampaikan siaran pers Microsoft Indonesia, yang diterima GATRAnews, akhir pekan lalu, keempat anggota None Developers, terdiri dari MA Kholiq, Anwar Fuadi, Astu Masrundi, dan Achmad Dany Romadhon. Mereka mendapatkan bimbingan dari Asadullohil Ghalib Kubat, anggota tim Solite Studio asal Universitas Trunojoyo, yang pada 2013 merupakan runner up Imagine Cup tingkat dunia untuk kategori Games di Rusia.

Selama 14 tahun pelaksanaannya, Imagine Cup – sebuah kompetisi yang Microsoft selenggarakan untuk pelajar – telah menginspirasi begitu banyak mimpi dan merealisasikan beragam solusi yang dapat membantu mengubah dunia. Ajang final tingkat dunia 2016 diakhiri dengan tiga hari penuh petualangan dan kegembiraan bagi 35 tim pelajar global yang bersaing untuk mendapatkan uang tunai serta hadiah senilai lebih dari $200,000, sesi mentoring 1:1 dengan CEO Microsoft Satya Nadella dan gelar juara Imagine Cup.

Steven Guggenherimer, Corporate Vice President, Developer Experience & Evangelism and Chief Evangelist, Microsoft mengatakan, Microsoft percaya atas kekuatan yang dapat menghubungkan anak-anak muda dengan teknologi. "Kami ingin membantu mereka untuk dapat terus bermimpi, membangun kreativitas dan merealisasikan ide menjadi kenyataan. Melalui program Microsoft Imagine Cup, pelajar berkesempatan untuk mendapatkan akses serta pengalaman unik dari tools development dan cloud kelas dunia secara gratis, sehingga anak-anak muda ini dapat mulai membangun masa depan mereka dari sekarang,” tuturnya.

Sementara itu, Anthony Salcito, Vice President, Worldwide Education, Microsoft menambahkan, di Microsoft pihaknya percaya teknologi dapat memainkan peranan besar dalam proses belajar mengajar, menciptakan dampak langsung serta jangka panjang bagi para pelajar. Microsoft Imagine Cup merupakan wujud nyata dari keyakinan ini. Kompetisi Imagine Cup telah menjadi contoh bagaimana orang dapat melakukan hal-hal luar biasa ketika teknologi berada dalam jangkauan mereka.

Juri tahun ini berasal dari sejumlah kalangan profesional, termasuk John Boyage, pemeran utama Star Wars: The Force Awakens; Dr. Jennifer Tang, salah satu anggota Tim Eyenaemia yang menjadi juara Imagine Cup 2014 lalu, dan Kasey Champion, insinyur perangkat lunak berpengalaman sekaligus Pengembang Kurikulum Ilmu Komputer di Microsoft.

Sejak digelar pada 2003, Microsoft Imagine Cup menjadi kompetisi teknologi global yang dikenal oleh para pesertanya sebagai "Olimpiade kompetisi teknologi pelajar". Bagi sebagian besar tim peserta di seluruh dunia, perjalanan mereka ke Imagine Cup World Finals telah dimulai sejak Agustus 2015 lalu ketika mereka membentuk tim di sekolah/universitas masing-masing untuk berkompetisi di tingkat lokal dan agar bisa masuk kualifikasi World Finals.


Editor: Tian Arief

Tian Arief
01-08-2016 09:31