Main Menu

Kemenkominfo Bertekad Wujudkan 8 Juta UKM Online di Indonesia

Fahrio Rizaldi A.
09-05-2017 17:38

Menkominfo Rudiantara (kiri) (GATRAnews/Abror Rizki/HR02)

Jakarta, GATRAnews - Kemajuan teknologi informatika yang semakin pesat berdampak positif bagi perekonomian Indonesia. Hal ini terlihat dari perkembangan bisnis usaha kecil menengah (UKM) yang mulai memanfaatkan perdagangan digital. Menurut penelitian dari McKinsey, sebanyak 78 persen pengguna internet di Indonesia pernah melakukan pembelian produk secara online.

 

Pemerintah, melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyambut baik perubahan iklim usaha ini. Kemenkominfo memprediksi potensi transaksi online di Indonesia mencapai 130 miliar dolar Amerika Serikat (AS) di tahun 2020 mendatang.

 

Demi mewujudukannya, Kemenkominfo bekerjasama dengan pelaku usaha berbasis digital menargetkan UKM di Indonesia bertumbuh menjadi 8 juta pelaku. Menteri Komunikadi dan Informasi (Menkominfo), Rudiantara menilai upaya ini harus disingkronisasi dengan berbagai pemangku kepentingan (stake holder).

 

Kemenkominfo akan melibatkan sejumlah kementerian, seperti Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Koperasi dan UKM, serta Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

 

"Kemenkominfo tidak akan bekerja sendiri, kami akan menggandeng berbagai stakeholder untuk mewujudkan program 8 juta UMKM go online," ujar Rudiantara, Selasa (9/5) saat menghadiri Indonesia E-Commerce Summit & Expo (IESE) di ICE, BSD, Tangerang.

 

Program ini perlu didukung lewat standar pelaksanaan, seperti edukasi, dan panduan usaha. Komunitas pelaku usaha digital, idEA, menyambut baik program ini. Semua UKM yang bermigrasi ke perdagangan digital harus terverifikasi demi peningkatan kualitas produk sesuai standar internasional.

 

"idEA akan membantu pencapaian program ini. Kami akan membuat rumusan kurikulum dan standar acuan, panduan, pelatihan dan menciptakan kolaborasi ekosistem e-commerce nasional dan global," sebut ketua idEA, Aulia Marianto.


Reporter: Rizaldi Abror

editor: Dani Hamdani 

Fahrio Rizaldi A.
09-05-2017 17:38