Main Menu

Hermansyah: Kalau Mau Polisi Bisa Ungkap Pengunggah ''Baladacintarizieq''

Dani Hamdani
12-06-2017 23:01

Pakar Telematika Hermansyah (Dok GATRAnews, ist)

Jakarta, GATRANews - Siapa pengunggah situs baladacintarizieq.com? Situs yang menghebohkan karena berisi chat mesum yang berujung pada penetapan status tersangka pada Firza Husein dan membuat ketua Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab harus bersanksi di depan polisi. 

 

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol M Iriawan sempat menjelaskan bahwa situs baladacintarizieq.com itu pertama kali diketahui muncul di Amerika Serikat. Namun, tidak diketahui siapa orang yang pertama menyebar dan membuat polisi kesulitan melacaknya.

 

Seorang bloger mencoba melacaknya dan mengunggah hasilnya di analisabaladacintarizieq.blogspot.co.id. Sayang blog tersebut pada Senin malam ini (12/6/17) sudah dihapus. Dalam analisanya, bloger anonim, itu menyatakan bahwa situs baladacintarizieq.com itu ditaruh di cloudflare yang berpusat di Amerika Serikat.

 

Dengan keterampilanya, sang Bloger anonim terus melacak dan mendapatkan pemilik situs di cloudflare itu terkait dengan situs chaos.id yang dimiliki oleh Irfan Miftach, dan beralamat di daerah Pejaten, Jakarta Selatan. Alamat tersebut konon adalah milik Badan Intelejen Negara.  Hal inilah yang membuat BIN tersinggung dan membantah tudingan tersebut.

 

Baca Juga: BIN Bantah Dituduh Penyebar Chat Mesum Rizieq-Firza

 

Kerumitan tersebut, menurut Pakar Telematika Hermansyah, sebetulnya gampang diselesaikan. Menurut alumni Institut Teknologi Bandung itu, website berisi chat Habib Rizieq itu merupakan proxy server di cloudflare.com. "Tapi itu proxy hanya sembunyikan, IP address server asli yang bisa saja ada di Indonesia," kata Herman yang sempet mengemukan analisanya di acara Indonesia Lawyer Club pekan lalu.

 

Lalu bagaimana melacak IP server asli dari baladacintarizieq.com? Menurut Herman, tinggal dilacak dan ditanya saja ke Cloudflare.  Herman mengakui, Cloudflare.com memiliki layanan tidak hanya menyembunyikan ID owner web, tetapi juga menyembunyikan IP adress servernya. 

 

Sehingga tak sembarang orang bisa mendapatkan informasi confidential tersebut. Tapi, lanjutnya, seperti tercantum di Terms of Service,  https://www.cloudflare.com/terms, polisi atau petugas hukum atau keputusan pengadilan bisa memaksa Cloudflare membuka data tersebut.

 

"Jadi Polisi gampang minta kok. Nggak mungkin tidak dikasih. Apalagi sudah menyebabkan orang dijerat pidana. Server bisa saja ada di Indonesia, tidak harus di USA," ujar Herman pada GATRAnews, Senin  malam (12/6/17).

 

Selain itu, lanjutnya, polisi seharusnya meminta cloudflare.com untuk memberikan informasi IP server asli dan register account atas nama web baladacintarizieq.com.

 

Baca Juga: Dua Berkas Kasus Habib Rizieq Tengah Dipelajari Kejaksaan

 

Setelah IP server asli diketahui, lanjut Herman, maka ketahuan akan didapat siapa providernya. Sangat mudah untuk tracking kalau sekedar IP server dan nama yang hosting. 

 

"Apalagi pihak Kepolisian memiliki legitimasi untuk mendapatkan siapa yang punya domain dan hosting suatu web server, tinggal masalah niat saja," ujar Hermansyah.


Editor: Dani Hamdani 

Dani Hamdani
12-06-2017 23:01