Main Menu

Penipu Nekad, Anggota Ombudsman Ini Coba dikuras Saldo GoPay-nya

Hendry Roris P. Sianturi
12-07-2017 12:46

Ilustrasi (GATRAnews/AK9)

Jakarta, GATRAnews – Anggota Ombudsman RI, Alvin Lie Ling Piao mendapat pesan singkat (short message service/ SMS) dari nomor yang tidak dikenal, Selasa dini hari. Alvin menilai, SMS tersebut adalah modus penipuan yang bertujuan untuk menguras saldo GoPay, layanan pembayaran jasa transportasi online Gojek.

 

Dalam SMS tersebut, pengirim dengan nomor seluler +6281-655-2118, meminta Alvin untuk mengirim kode verifikasi Gojek. “Modus dapatkan kode verifikasi untuk login akun Gojek Anda. Setelah login, penipu akan kuras saldo GoPay Anda,” ujarnya kepada GATRAnews (12/07).

 

Karena tidak merespon, pengirim SMS penipuan tersebut menelepon seluler Alvin. Karena sudah berfirasat ingin menipu, Alvin tidak menjawab panggilan telepon itu. “Sempat ditelpon juga, tapi nggak saya jawab,” kata mantan Anggota DPR RI dua periode itu.

 

Gerah ditelpon terus menerus, Alvin pun mengirim kode verifikasi. Hanya saja, yang dikirim bukan kode verifikasi miliknya. “Saya beri kode ngawur. Asal-asalan sebut 4 angka. Masalahnya, sudah banyak teman saya yang sudah kena, jadi korban,” ujarnya.

 

Alvin memang sudah lama memiliki aplikasi GoJek dan menggunakan GoPay untuk transaksi pembayaran. Alvin menggunakan aplikasi GoJek untuk belanja produk dan jasa logistik pengiriman barang. “Sering banget pakai Gojek dan Go-Car, sama sering untuk belanja dan antar barang juga,” paparnya.

 

Komisioner Ombudsman yang sering memantau permasalahan transportasi nasional itu, menghimbau agar masyarakat cermat menyikapi SMS yang mengatasnamakan institusi transportasi online. “Hati-hati bila terima SMS seperti itu dan tidak mudah tergiur, agar tidak menjadi korban,” katanya.

 

Menanggapi penipuan dengan pesan singkat itu, perwakilan ‎PT. GO-JEK Indonesia, Sam Diah, membantah SMS penipuan bermodus kode verifikasi, berasal dari oknum di Gojek. “Bukan (dikirim dari pihak Gojek),” ujarnya ketika dikonfirmasi.


Reporter: Hendry Roris Sianturi

Editor: Dani Hamdani 

Hendry Roris P. Sianturi
12-07-2017 12:46