Main Menu

Pavel Durov - Rudiantara Bertemu, Blokir Telegram Minggu ini Dibuka

Ervan
01-08-2017 17:42

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara bertemu dengan CEO Telegram Pavel Durov (ANTARA/Galih Pradipta/HR02)

Jakarta, GATRAnews - Terorisme dan konten radikal dalam platform Telegram menjadi bahasan utama Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dengan CEO Telegram Pavel Durov di Kantor Kementerian Kominfo, hari ini, Selasa (1/8/17).

 

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk menonaktifkan 11 Domain Name System (DNS) layanan Telegram berbasis web. Keputusan yang dilakukan pada 14 Juli 2017 tersebut sempat menuai kecaman pengguna Telegram di Indonesia. 

 

“Saya mengapresiasi Telegram yang sangat responsif dalam menyikapi isu ini,” ujar Rudiantara. 

 

Terkait penanangan isu-isu terorisme, CEO Telegram, Pavel Durov juga mempunyai komitmen yang sama. "Telegram sangat peduli terhadap ancaman terorisme global, terutama untuk negara seperti Indonesia. Penting buat Pemerintah Indonesia dan Telegram untuk membuat Joint Statement terkait hal ini,” ujar Durov.

 

Sebagai tindak lanjut dari komitmen ini, Kemenkominfo dan Telegram sepakat untuk mengatur dan mengelola prosesnya. Karena untuk menghadapi ancaman terorisme dan radikalisasi dibutuhkan kecepatan bertindak. Untuk itu,  Rudiantara dan Pavel Durov sepakat prosesnya akan dibahas dalam pertemuan yang melibatkan tim teknis. 

 

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Samuel A Pangerapan menambahkan karena sudah ada itikad baik dan komitmen dari Telegram untuk mengelola dan menangani isu-isu yang mengancam negara, melalui penyebaran isu-isu terorisme dan konten radikalisasi, maka sesuai dengan prosedur yang diterapkan, 11 DNS Telegram berbasis web segera dipulihkan. 

 

“Minggu ini akan segera dipulihkan,” tegas Semmy. 


Reporter: Ervan Bayu

Editor: Dani Hamdani 

 

Ervan
01-08-2017 17:42