Main Menu

Indonesia Belum Siap Mengadopsi 5G

Aulia Putri Pandamsari
18-08-2017 12:37

Seminar kesiapan Indonesia menghadapi teknologi 5G (GATRAnews/APP/AK9)

Jakarta, Gatra News - Teknologi 5G yang rencananya akan diluncurkan tahun 2019 nanti, dirasa masih problematis untuk diadopsi pemerintah Indonesia.

Kepala Riset dan Pengembangan Sumber Daya Alam, Basuki Yusuf Iskandar yang hadir mewakili Menteri Komunikasi dan Informatika dalam Seminar  “5G: Policy, Technology, and Regulatory Perspective ” (15/8) menyampaikan bahwa ada berbagai macam aspek yang perlu diperhatikan sebelum mengimplementasikan teknologi 5G.

“Kita ready enggak untuk menerima manfaatnya bukan ready untuk konsumsi saja. Teknologi akan bagus kalau bisa dimanfaatkan Tapi kalau tidak, jangan menggunakannya setengah-setengah nanti kan tidak produktif,” katanya.

Baduki melihat bahwa masyarakat Indonesia masih memposisikan dirinya sebagai penikmat bukan pengolah. Karenanya edukasi kepada masyarakat mengenai pemahaman akan teknologi 5G menjadi elemen penting selain juga kesiapan dari sisi industri dan pengaturan oleh pemerintah.

Kerja sama seluruh pihak terkait diperlukan demi pemanfaatan yang maksimal. Basuki kemudian menambahkan, ”Indonesia bukannya terlambat dalam melihat potensi besar 5G di masa yang akan datang tetapi tidak akan menjadi negara pertama yang akan mengadopsi teknologi tersebut, kita akan melihat dulu bagaimana perkembangan di negara-negara lainnya.”

Kesiapan pemerintah dalam merumuskan peraturan mengenai penerimaan 5G dirasa penting oleh salah satu perusahaan platform Qualcomm Technologies. Melalui pernyataan yang diwakilkan oleh Julie Welch selaku Senior Director dan Head of Government Affairs, SEA, Taiwan dan Pacific Qualcomm International, pihaknya menghimbau pemerintah Indonesia supaya bisa

mengidentifikasi alokasi spektrum yang potensial bagi 5G serta pembuatan regulasi yang dapat mengakomodasi kepentingan semua pihak, termasuk di dalamnya konsolidasi bagi seluruh operator.

Sementara itu, operator yang hadir sebagai panelis mengatakan bahwa mereka optimis dengan perkembangan dan kesiapan Indonesia menerima 5G.

“Telkomsel sangat optimis dan sudah siap, sudah ada timnya, mudah-mudahan 2 atau 3 tahun lagi kita bisa melihat pekembngan dan implementasi dari 5G yang bukan trial dan semoga Indoensia tetap menjadi bangsa pengguna internet terdepan di Asia Tenggara.” ujar Ivan C. Permana Vice President Technology and System Telkomsel.


Reporter: APP

Editor: Nur Hidayat 

Aulia Putri Pandamsari
18-08-2017 12:37