Main Menu

Bekraf Dukung Wujudkan Era Asuransi Digita

Iwan Sutiawan
08-09-2017 09:41

Wakil Direktur Utama FWD Life, Rudi Kamdani (Antara/Audy Alwi/AK9)

Jakarta, GATRAnews - Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) mendung industri asuransi jiwa menggelar ajang FWD Hackathon 2017 untuk generasi muda Indonesia dalam menciptakan inovasi demi mewujudkan era baru asuransi jiwa digital.
 
"Bekraf banyak melakukan kegiatan yang mendorong pengembangan kreativitas berbasis digital bagi generasi muda Indonesia untuk dapat menciptakan suatu kreativitas untuk memudahkan kehidupan masyarakat," kata Poppy Savitri, Direktur Edukasi Ekonomi Kreatif Bekraf di Jakarta, Kamis (7/9).
 
Menurutnya, era digital, salah satunya penggunaan smartphone telah memberikan banyak manfaat dan berbagai peluang bisnis, tak terkecuali di bidang asuransi. Pembuatan aplikasi untuk menyederhanakan proses pembelian asuransi yang dinilai berbelit-belit dan rumit merupakan langkah positif. 
 
"FWD Hackathon 2017 merupakan kegiatan yang sangat baik dan kami mendukung, apalagi melibatkan generasi muda untuk terlibat berkarya untuk hal yang positif. Kita harus membangun dan memberi kesempatan juga wadah bagi anak-anak yang tertarik dengan dunia digital," ujarnya.
 
Wakil Direktur Utama FWD Life, Rudi Kamdani, menjelaskan sebagai pelopor asuransi jiwa berbasis digital di Indonesia, FWD Life memiliki tanggung jawab untuk ambil bagian dalam meningkatkan penetrasi asuransi di Indonesia, khususnya dengan pemanfaatan inovasi digital. 
 
Menurutnya, inovasi menjadi perhatian khusus bagi perusahaan, terlebih data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per triwulan I 2017 menunjukkan, penetrasi asuransi di Indonesia baru berkisar 2,70%, atau masih lebih rendah dibandingkan beberapa negara lain di wilayah Asia, seperti Singapura, Malaysia dan Thailand yang sudah berada di level 5%.
 
"Kami memiliki visi mengubah cara pandang masyarakat tentang asuransi dengan memanfaatkan digital teknologi, mengajak generasi muda untuk menciptakan inovasi terbaiknya dalam menciptakan ekosistem digital melalui FWD Hackathon 2017," katanya.
 
Inovasi digital teknologi, lanjut Rudi, dapat mengakselerasi penetrasi asuransi jiwa di Indonesia, apalagi saat ini terjadi pergeseran gaya hidup generasi muda yang melek teknologi.
 
Rudi menambahkan, dengan mengadakan kegiatan yang baru pertama kali diadakan di bidang industri asuransi ini, pihaknya berharap dapat menghasilkan sebuah embrio baru di dunia asuransi yang dapat memperkuat industri asuransi jiwa ke depan, sehingga lebih kompetitif dan memberikan lebih banyak kontribusi untuk negeri. 
 
"Dengan berbagai inovasi digital teknologi akan terlahir inovasi yang dapat mendukung transformasi bisnis asuransi dari aspek underwriting, manajemen risiko sampai klaim, sehingga memungkinkan untuk menciptakan pengalaman berasuransi yang lebih mudah, cepat dan nyaman," kata Rudi.
Reporter: Iwan Sutiawan

 

Iwan Sutiawan
08-09-2017 09:41