Main Menu

Terbelit Kasus Suap, Uber Pertimbangkan Operasinya di Asia

Rosyid
20-09-2017 11:41

Ilustrasi (GATRA/AK9)

San Fransisco, GATRAnews - Uber Technologies mulai mengkaji kembali operasinya  di Asia dan melapor kepada yang berwenang di Amerika Serikat soal pembayaran yang dilakukannya stafnya di Indonesia.  Perusahaan teknologi ini sedang dirundung masalah hukum. Pemerintah Amerika Serikat sedang menyelediki kemungkinan terjadinya penyuapan yang dilakukan perusahaan dalam kegiatannya di luar negeri.

 

Rencana perusahaan di Asia itu dikabarkan laman Bloomberg, Rabu (20/9). Saat Departemen Kehakiman AS menyelidiki kemungkinan terjadinya pelangaran hukum, Uber bersama firma hukum  O’Melveny & Myers LLP memeriksa catatan pembayaran yang dilakukan anak perusahaannya di luarnegeri dan mewawancarai pegawai-pegawainya. Menurut sumber yang dihubungi Bloomberg, keputusan Uber itu semakin memicu pertanyaan-pertanyaan mengapai keputusan-keputsan bisnis yang beresiko hukum seperti ini tidak diungkapkan lebih dini. 

 

Jaksa fokus menyelidiki akitifitas mencurigakan di sedikitnya lima negara Asia yaitu China, India, Indonesia, Malaysia dan Korea Selatan.  Misalnya, jaringan pengaturan keuangan yang terkait dengan pemerintah Malaysia. Jaringan ini sedang diselidiki olehh firma hukum Uber karena mungkin telah mempengaruhi anggota parlemen Malaysia, kata sumber itu.

 

Kepada Bloomberg, Uber mengaku bekerjasama dengan Depakertemen Kehakiman untuk membongkar kasus ini.  Wyn Hornbuckle, jurubicara Departemen Kehakiman Amerika Serikat menolak berkomentar.


 

Editor: Rosyid

Rosyid
20-09-2017 11:41