Main Menu

Menteri Sosial Kecam nikahsirri.com

Rosyid
24-09-2017 10:10

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa melihat tenda yang didirikan Taganan Kampung Siaga Bencana (KSB) di Jambore KSB di Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas, Pundong, Bantul Sabtu (23/9).(Foto: GATRA/Arif Koes H/AK9)

Yogyakarta,GATRAnews - Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawangsa mengecam laman dan aplikasi nikahsirri.com yang menyediakan layanan pernikahan siri. Selain merusak tatanan sosial, aplikasi ini dinilai merusak karakter bangsa dengan topeng agama.

“Saya kaget. Negara tidak bisa menganggap enteng kehadirannya. Terlalu berani, terlalu vulgar, dan menabrak regulasi,” kata Mensos usai menghadiri Jambore Kampung Siaga Bencana di Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas, Pundong, Bantul Sabtu (23/9).

Mensos menganggap aplikasi ini berpotensi menjadi praktik pelacuran terselubung bermodus agama. Apalagi di dalam situs terang-terangan menyebutkan adanya lelang keperawanan secara online.

Layanan yang ditawarkan aplikasi itu bertentangan dengan UU Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan yang menyatakan bahwa semua perkawinan harus dicatat negara sehingga ada jaminan perlindungan terhadap perempuan dan keturunannya

Sedangkan nikah siri adalah perkawinan di luar pengawasan dan tidak tercatat oleh negara. Nikah siri berpotensi menimbulkan perbuatan yang melawan hukum serta melegalkan perzinahan, perselingkuhan, hingga poligami.

“Saya tidak percaya nikah siri akan meningkatkan kesejahteraan ekonomi. Saya percaya kehadirannya akan merusak struktur sosial masyarakat. Sebab nanti anak yang lahir tidak jelas bin siapa atau binti siapa?” katanya.

Mensos mengaku sudah berkomunikasi dengan Menteri Komunikasi dan Informasi serta Kepolisian untuk menutup aplikasi nikahsirri.com.

Di tengah upaya pemerintah membangun mental dan karakter bangsa, menurut Khofifah ada sekelompok orang yang justru merusaknya.

“Saya mengajak, marilah membangun bangsa dan negara ini secara bermartabat. Jika ini tidak segera ditindaklanjuti, maka moral dan karakter bangsa akan terdegradasi,” imbuhnya.


Reporter: Arif Koes Hernawan

Editor: Rosyid

Rosyid
24-09-2017 10:10