Main Menu

Morikawa: Pengguna Medsos Suka Platform Berbasis Video

Iwan Sutiawan
26-09-2017 05:09

Ilustrasi (GATRA/AK9)

Jakarta, GATRAnews - CEO C Channel Global, Akira Morikawa, menilai pengguna media sosial (sosmed) saat ini, khususnya generasi Y (milennial), lebih menyukai medsos berbasis video untuk mendapatkan suatu informasi atau menyampaikan pesan ketimbang melalui teks atau audio.


Morikawa dalam keterangan tertulis yang diterima GATRAnews di Jakarta, Selasa (26/9), menyampaikan, trend tersebut terjadi karena salah satunya pengguna sosmed ingin mendapatkan informasi menyeluruh yang bisa didapat melalui video. Misalnya, melalui tayangan video, bisa melihat langsung bagaimana proses make up yang baik.

Beralihnya pengguna medsos teks dan audio ke konten video juga terjadi akibat perubahan gaya hidup. "Ini juga sejalan dengan perubahan gaya hidup kaum millennial Indonesia, khususnya perempuan pada rentang usia 18-34 tahun," katanya.

Tren pengguna sosmed khususnya dari kalangan perempuan ke konten video, bukan hanya terjadi di Indonesia, namun juga di beberapa negara Asia lainnya seperti Jepang, karena kaum perempuan mempunyai kesamaan, yakni sangat menyukai hal-hal berbau lifestyle dan membagikannya melalui medsos.

Trend penggunaan sosmed platform video tersebut juga sejalan dengan hasil survei Nielsen di Indonesia, bahwa konsumsi media digital, terutama konten video, mengalami peningkatan di semua kelompok usia jika dibandingkan dengan 2015 lalu.

"Akses internet di luar rumah bisa jadi disebabkan karena semakin banyak orang yang memiliki akses melalui telepon genggam, juga ketersediaan wi-fi di area publik yang semakin umum. Sedangkan akses di rumah turut dipengaruhi oleh fasilitas wi-fi yang terjangkau," kata Hellen Katherina, Direktur Eksekutif Nielsen Media, dalam siaran pers, Kamis (27/7) lalu.

Dari survei ini, terjadi peningkatan penontot konten video mulai kalangan muda hingga tua. Pada kelompok usia 16-20 tahun yang menonton konten video setiap hari kini berjumlah 47%, atau naik lebih dari dua kali dari tahun 2015 yang hanya berada di angka 19%.

Usia 21-29 tahun menonton konten video dari internet setiap hari sebanyak 56% dan usia 30-39 tahun 53%, masing-masing meningkat dari 25% pada 2015. Peningkatan yang signifikan juga terjadi di kelompok usia 40-49 tahun, menjadi 57% dari 23% pada 2015. Konsumsi konten video di usia 50 tahun ke atas juga naik menjadi 34% dari 22%.

Menurut Morikawa, bukti konten video menjadi trend di kalangan pengguna medsos juga dapat dilihat dari jumlah pengguna dan penonton C Channel di Indonesia yang tumbuh cukup pesat dalam rentang waktu setahun, yakni sudah mempunyai 2,6 juta fans di facebook, 25 ribu followers Instagram, dan 78 ribu Line friends.

Bukan hanya konten video yang menarik, namun format video pun harus "ramah". Perusahaan startup video asal Jepang itu pun menawarkan format video vertikal, sehingga penggunanya tidak harus mengubah posisi telepon genggam. Format ini diyakini lebih nyaman dibandingkan dengan posisi horizontal.

Selain itu, durasi video juga dibuat singkat namun padat sehingga menjadi solusi bagi wanita yang sibuk dan tidak memiliki banyak waktu dalam mencari informasi. "Format vertikal memberikan pengalaman terbaik dibanding horizontal. "Itu sebabnya video 1 menit berformat vertikal untuk perempuan ini jadi tag line kami," katanya.

Morikawa optimistis format video vertikal ini akan menjadi tren yang semakin luas di masa mendatang. Buktinya, meskipun baru muncul di Indonesia akhir tahun lalu, pihaknya sudah berhasil mencuri perhatian pasar. Saat ini, ada 30 juta view per bulan di facebook dengan share tertinggi pada video dengan kategori "how to".

Ke depan, C Channel Indonesia akan menggaet lebih banyak talenta perempuan Indonesia dan influencer untuk memproduksi lebih banyak video berkualitas sehingga dapat melampaui 10 juta fans di facebook sampai akhir 2017.


Reporter: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
26-09-2017 05:09