Main Menu

Ipeka Resmi Terapkan Digital Class Room

Andhika Dinata
13-10-2017 09:04

Ipeka terapkan kelas digital (gatrafoto/Andhika Dinata/AK9)

Jakarta, gatra.com - Wajah dunia pendidikan selalu mengalami perkembangan. Kencangnya arus digitalisasi dan teknologi mengharuskan institusi pendidikan menyesuaikan diri dengan zamannya. Wujud dari perkembangan itu adalah dengan dibentuknya kelas pembelajaran digital (digital classroom).

Kelas digital mengelaborasikan kemampuan guru dan murid dalam konsep pembelajaran berbasiskan teknologi dan informasi, sehingga siswa dapat dengan cepat menyerap informasi pembelajaran yang update dari berbagai referensi.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Deloitte, Oktober 2016, sebanyak 75% guru percaya bahwa konten pembelajaran digital akan menggantikan buku teks cetak dalam 10 tahun ke depan. Tidak hanya itu, 81% guru juga percaya bahwa pemanfaatan teknologi di sekolah dapat membuat perbedaan positif dalam pembelajaran.

Di Indonesia sendiri sudah banyak sekolah yang mencoba mengimplementasikan konsep pembelajaran digital. Salah satunya metode tersebut diterapkan oleh sekolah IPEKA atau IPEKA Integrated Christian School (IICS) Jakarta.

Saat ini IPEKA sudah memulai pembelajaran digitalnya dengan menerapkan metode pembelajaran blended learning. Blended learning adalah metode penggabungan antara proses belajar mengajar tradisional dengan menerapkan konsep belajar secara digital dan mobile dengan memanfaatkan dukungan perangkat dan solusi dari Cromebook bagi siswa dan guru. Untuk menggagas ruang kelas digital tersebut, IPEKA menggandeng kerjasama dengan Acer Indonesia dan Google Indonesia.

Dukungan perangkat Cromebook yang canggih dan mesin aplikasi Google mutakhir memudahkan guru dalam memberikan tugas, serta memberi keluwesan murid mengerjakan tugas, berinteraksi dan berdiskusi secara real time.

CEO IPEKA IICS, Handoyo, mengatakan bahwa dukungan perangkat dan solusi teknologi dalam digital classroom terbukti telah membantu guru dalam meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam proses belajar mengajar.

Dengan bantuan perangkat digital, terang Handoyo, Guru dapat memberikan tugas melalui Google Docs dan secara otomatis membuat duplikasi untuk setiap murid. Tak hanya itu siswa juga dapat langsung mengerjakan tugas dalam folder dokumen tersebut.

Keuntungan ganda diperoleh, guru dapat menyusun tugas dalam folder drive yang terstruktur, dan murid juga dapat melihat tugas-tugasnya secara online beserta deadline pengumpulan. “Keunggulan lainnya guru dapat membuat pengumuman dan memulai diskusi serta menjawab pertanyaan murid secara real time,” ungkapnya di Gedung IPEKA, kawasan Jakarta Barat, Jumat (13/10).

Ia menyebutkan dengan pola ini banyak kemajuan dan manfaat yang diperoleh siswa dan Guru dalam menjalankan aktivitas pembelajarannya. Salahsatunya anak lebih dituntut terlibat aktif (bukan pasif) selama pembelajaran berlangsung.

Guru di sisi lain juga diwajibkan memenuhi kompetensi penguasaan teknologi dimana komputer dan Cromebook sebagai mediumnya. “Setiap anak tidak hanya pintar belajar tetapi juga punya pola pemikiran yang kritis dan kreatif yang prosesnya mereka didukung dengan perangkat digital yang ada,” terang Handoyo.

Sebelum mengembangkan konsep ini, IPEKA ujarnya sudah melakukan adaptasi teknologi dengan pilot project selama dua (2) tahun. Harapannya, perbaikan sistem tersebut dapat membantu sekolah meningkatkan kualitas belajar sembari menyemaikan prinsip “Christian Faith Value and Characters”.

Presiden Direktur Acer Indonesia, Herbet Ang, menyebutkan transformasi digital mampu menjawab tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks. Dengan penerapan ini, sekolah menurutnya dapat menyesuaikan materi pembelajaran dengan updating informasi yang terjadi di luar.

Acer, terang Ang sudah membangun komitmen kerjasama untuk mendukung institusi pendidikan selama empat dekade. “Ini (program) merupakan dukungan kami sebagai technology enabler dalam percepatan implementasi pendidikan abad 21 untuk proses belajar mengajar yang inovatif dan kolaboratif,” sambungnya lagi.

Sementara itu, Ganis Samoedra dari Google for Education- Indonesia, menyebutkan teknologi memegang peranan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Interaksi antara siswa-guru-buku dapat dibantu dengan adanya medium teknologi.

“Teknologi di dalam ruang kelas yang interaktif akan menjadi katalis bagi terjadinya perubahan mendasar terhadap peran guru, dari informasi ke transformasi, dan aktifitas siswa dari pasif menuju lebih aktif dan mandiri dalam mengakses pengetahuan yang terbaru,” ujar Ganis.


Reporter : Andhika Dinata
Editor : Nur Hidayat

Andhika Dinata
13-10-2017 09:04