Main Menu

Galaxa: Otomatisasi Aplikasi Kredit

Cavin Rubenstein M.
25-10-2017 14:12

CEO Indonesia Cloud, Noerman Taufiq (Dok. Indonesia Cloud/HR02)

Jakarta, gatra.com -- Persetujuan kredit di institusi keuangan bisa lebih cepat dan tetap prudent. Tujuan itu bisa dicapai dengan menerapkan teknologi informasi yang salah satunya dikembangkan Indonesian Cloud dan PT Digital Mind Systems. Selasa (24/10) lalu, mereka meluncurkan Galaxa yang bisa menunjang percepatan proses aplikasi kredit yang dibutuhkan oleh bank dan/atau institusi keuangan lainnya.

 

“Dengan penerapan sistem Galaxa, industri finansial akan mampu memangkas proses kredit yang memakan waktu cukup panjang," kata CEO Indonesia Cloud, Noerman Taufiq, saat peluncuran Galaxa di Jakarta kemarin.

Secara umum proses kredit dimulai dari pengajuan aplikasi kredit, pengumpulan informasi mengenai calon kreditur, peninjauan informasi calon kreditur, laporan hasil analisa, baru kemudian keputusan penerimaan atau penolakan kredit bisa diketahui.
 
Dengan penerapan sistem Galaxa, proses itu akan diotomatisasi. Mulai dari origination, pemantauan kredit, pemantauan dokumen jaminan, dan pemberian awards terhadap tim sales dengan skema yang fleksibel. Galaxa bahkan menjanjikan kredit bisa disetujui hanya dalam waktu 10 menit (syarat dan ketentuan berlaku).

Teknologi yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan ini adalah electronic workflow pada proses monitoring dan pengendalian berbagai macam langkah kerja,. Termasuk didalamnya penggunaan teknologi digital imaging, untuk mengurangi delay dan inefisiensi yang terjadi akibat alur kerja yang masih berbasis kertas (paper-based workflow).

Selama ini, secara konvensional proses aplikasi kredit harus melewati sejumlah pintu. Mulai dari pengajuan aplikasi kredit, pengumpulan informasi mengenai calon kreditur, peninjauan informasi calon kreditur, laporan hasil analisa, baru kemudian keputusan penerimaan atau penolakan kredit bisa diketahui.  Untuk sampai kepada putusan akhir, waktua yang diperlukan tidak kurang dari 14 hari kerja.

Selain itu, Galaxa bisa diintegrasikan dengan sistem yang sudah eksisting di bank, sehingga proses kredit bisa menggunakan data yang sudah ada. Potensi kesalahan saat memasukkan data pun bisa diminimalisasi.

Kepada industri jasa keuangan, Galaxa bisa digunakan dengan sistem pembayaran berbasis bulanan, atau dibayar setiap kali penggunaan. Dengan kata lain, tidak ada beban harus membayar saat tidak digunakan. Lebih ekonomis.
 
"Untuk industri finansial, Galaxa adalah jawabannya," ujar Noerman.


Editor : Cavin R. Manuputty

Cavin Rubenstein M.
25-10-2017 14:12