Main Menu

Bosch Young Inventors 2017: Ajang Inovasi Kawula Muda Dalam Menciptakan Perubahan

Toha
11-11-2017 15:12

Kelima mahasiswa Universitas Brawijaya ini menciptakan detektor vaksin palsu yang disebut X-Factor. Mereka berkesempatan untuk mengikuti 'Bosch Innovation Bootcamp' di Singapura, Januari 2018 mendatang. (GATRA/Dok. Bosch)

Jakarta, Gatra.com – Bosch, penyedia layanan dan teknologi global terkemuka, mengumumkan tim inventor dari Universitas Brawijaya sebagai pemenang kompetisi Bosch Young Inventors 2017, berkat temuan mereka yang dapat membantu mengatasi penyebaran vaksin palsu di Indonesia.



Sebagai pemenang tahun ini, lima anggota tim asal Malang, Jawa Timur ini akan mengunjungi kantor pusat serta pusat penelitian dan pengembangan Bosch Asia Tenggara di Singapura, dalam rangka memperluas wawasan dan meningkatkan kemampuan mereka.

Kunjungan yang bertajuk 'Bosch Innovation Bootcamp' ini akan dilaksanakan pada Januari 2018 mendatang. Bosch Young Inventors hadir sebagai wadah bagi penemu muda berbakat Indonesia untuk berkarya.

Oktivia Ditasari, perwakilan tim penemu X-Factor mengatakan, “Kami sangat menantikan kesempatan bertemu dan belajar bersama para ahli dari Bosch di Singapura, khususnya dalam mengembangkan inovasi dan teknologi masa depan”. 

Managing Director Bosch Indonesia, Andrew Powell menuturkan bahwa semangat di balik kegiatan Bosch Young Inventors adalah untuk menginspirasi dan mendorong talenta lokal agar terus hadir dengan solusi teknologi yang dapat memberikan dampak positif bagi Bangsa.

"Kami terkesan dengan kreativitas dan ragam ide yang bermunculan, dan kami sangat senang melihat meningkatnya antusiasme kalangan muda Indonesia terhadap teknologi dan inovasi demi kemajuan bersama,” ujar Powell, dalam keterangan resminya, Kamis (9/11) lalu.

Bosch Young Inventors pertama kali hadir pada 2016, sebagai bagian dari debut kampanye merek regional bertajuk 'Kami mendukung sebuah perubahan', yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan bagaimana perusahaan membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat setiap hari.

Memasuki tahun kedua penyelenggaraannya, Bosch mendukung tiga tim inovator muda Indonesia melalui kerja sama dengan Kick Andy Show. Pemenang ditentukan melalui kontes sosial media di Facebook. Tim asal Universitas Brawijaya berhasil keluar sebagai pemenang berdasarkan jumlah total 10,663 likes dan shares yang mereka terima selama periode kontes.
 
Tiga Inovasi Yang Membantu Menciptakan Perubahan
Memanfaatkan kaleng daur ulang dan tenaga surya, tiga mahasiswa Universitas Gadjah Mada (Yogyakarta) menciptakan lampu alternatif yang bekerja tanpa listrik, bernama Solacan (Solar in Can). Selain membantu melestarikan sumber daya alam, inovasi ini juga mengatasi permasalahan sampah di tengah masyarakat.

Disisi lain, didorong kepedulian pada peredaran vaksin palsu di Indonesia, lima mahasiswa Universitas Brawijaya menciptakan detektor vaksin palsu yang disebut X-Factor (Detektor Vaksin Palsu Ekstra Cepat). X-Factor dapat membantu mengurangi risiko efek samping yang mungkin terjadi disebabkan oleh penggunaan vaksin palsu.

Sementara di Jawa Barat, empat mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil mengembangkan inkubator portabel, yang berguna sebagai aset evakuasi bayi saat terjadi bencana alam. Dirancang dalam bentuk ransel yang mudah dibawa, inkubator ini dapat memudahkan proses evakuasi bayi dalam misi penyelamatan.


Editor: Toha

Toha
11-11-2017 15:12