Main Menu

China Di Tahap Akhir Ujicoba Jaringan 5G

Rosyid
27-11-2017 15:59

Ilustrasi.

Beijing, Gatra.com - China akan melakukan ujicoba jaringan selulur generasi ke-lima (5G) tahap ketiga  di sejumlah kota untuk mempercepat proses adopsi sistem nirkabel dengan kecepatan ultra tinggi ini. Jaringan 5G digambarkan akan memicu perubahan besar-besaran di industri internet dan industri turunannya. 

 

Perintah itu datang dari Departemen perindustrian  dan Teknologi Informasi China. "Untuk mendorong pengembangan teknologi 5G yang inovatif, meningkatkan penelitian  dan mempercepatkan kematangan industri, fase ketiga  riset dan pengembangan teknologi 5G dimulai" demikian pernyataan di situs resmi kementrian itu seperti dilaporkan situs global times Kamis (26/11) malam waktu setempat.

 

Fase ketiga ini akan fokus pada uji koneksi antar bentuk infrastruktur dan perangkat untuk mendorong berbagai aspek rantai industri untuk mencapai level komersialisasi.  Uji fase tiga direncanakan tuntas akhir 2018. 

 

"Yang kita pahami sekarang, teknologi 5G sudah siap untuk ujicoba di kehidupan sehari-hari dan kita berada pada tahap akhir sebelum peluncuran jaringan 5G," kata Xiang Ligang CEO portal industri telekomunikasi domestik cctime kepada Global Times. 

 

Xiang mengatakan bahwa tahap pertama 5G fokus pada tes di dalam ruangan, fase kedua difokuskan pada tes simulasi di luar ruangan, dan fase ketiga akan melibatkan tes dalam kehidupan nyata.

 

"Jadi apa yang akan terjadi adalah perusahaan dan lembaga penelitian akan memilih daerah tertentu di 20 atau 30 kota di seluruh negeri untuk melakukan tes pada jaringan 5G," katanya. "Ini akan menjadi uji coba dan kualitas jaringan skala besar dan jauh lebih luas."  

 

Wang Yanhui, kepala Mobile China Alliance yang berbasis di Shanghai, juga mengatakan bahwa China telah mendorong keras dalam hal pengembangan 5G. China berencana mengkomersilkan teknologi 5G sepenuhnya pada tahun 2020. Teknologi ini tidak hanya lebih cepat dibandingkan 4G tapi juga akan mendukung teknologi Internet of Thing dan autonomous driving. Dua perusahaan teknologi China, ZTE Corp dan Huawei disebut-sebut sebagai pendorong utama pengembangan teknologi ini.  


 

Editor: Rosyid

 

Rosyid
27-11-2017 15:59