Main Menu

Twitter : Pengaturan Konten Negatif ada di User

Birny Birdieni
06-12-2017 19:23

Ilustrasi. (AFP/Josh Edelson/AK9)

Jakarta, Gatra.com- Media sosial selama ini dituduh sebagai pihak yang telah turut menyebarkan konten negatif. Data Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) menyebutkan ada 542 ribu konten negatif di twitter, dimana isinya mengandung pornografi, sara, terorisme serta radikalisme.

 

Berkaitan dengan hal tersebut, Public Policy Lead Twitter Indonesia, Agung Yudha menegaskan pihaknya tak bisa serta bertindak akan hal tersebut. Menurutnya, pengaturan konten ada pada user. 

 

Meski memang sebelumnya, Twitter juga memiliki beberapa aturan yang disepakati setiap user sebelum membuat akun media sosial tersebut. "Jadi ketika user posting, dia follow our rule," katanya dengan asumsi setiap pemilik akun sadar akan apa yang diunggahnya.

 

Tidak hanya itu, laporan yang ada juga harus masuk ke Twitter Inc yang ada di kantor San Fransisco, Amerika Serikat dan Dublin, Irlandia, "Kalau Twitter Indonesia tidak bisa rekomendasi," ujarna. Sebab yang akan menangani adalah tim pusat disana.

 

Sebetulnya, lanjut Agung sudah ada jalur sendiri baik bagi Kominfo, maupun aparat penegak lainnya, seperti Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) atau Tim Siber Polri. Utamanya penegak hukum memiliki otoritas hukum yang bisa mereka gunakan. "Ada form khusus untuk mereka,"  ujarnya. 

 

Sejauh ini upaya yang Twitter bisa lakukan lebih pada literasi digital. Yakni mengedukasi masyarakat untuk bijak dalam membuat postingan. 

 

Hal ini juga harus dilihat, misal bisa saja seseorang berkata kasar namun dalam konteks beda sebagai canda semata. "Kalau base on bad key word bermasalah, yang ada ngga ada tweet. Ini kebebasn berekspersi juga," pungkasnya.


 

Editor : Birny Birdieni

Birny Birdieni
06-12-2017 19:23