Main Menu

UGM Ciptakan Aplikasi Galang Dana Bencana

Mukhlison Sri Widodo
10-01-2018 08:44

Pengelola Galanggo (GATRA/Arif Koes Hernawan/yus4)

Yogyakarta, Gatra.com - Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta meluncurkan ulang laman Galanggo.org setelah vakum selama empat tahun. Bertujuan menggalang dana untuk korban bencana alam, aplikasi  ini juga memungkinkan orang mendaftar sebagai relawan.

CEO Galanggo.org Muhammad Luqman Taufiq menjelaskan portal di bidang sosial  ini diciptakan bersama empat rekannya yaitu Jatmika Prajayastanda, Muhammad Andira Barmana, Achmad Prabu Widjanarko, dan  Miftagurrahman Rosyda.

“Ide awalnya adalah penggalangan donasi secara online. Kami kemudian mengembangkannya sehingga hadir dua fitur utama dalam website, Galang Dana dan Galang Relawan,” kata Luqman, Rabu (10/1).

Galanggo.org fokus pada empat aspek kebutuhan kemanusiaan yaitu penanggulangan bencana alam, pendidikan, disabilitas, dan kesehatan.

Selain pengalangan dana dan relawan, laman ini juga memuat informasi tentang jumlah donasi yang terkumpul serta penyalurannya, info masyarakat terdampak bencana, serta kegiatan relawan di lapangan.

Hadir pertama kali pada 2011, dan sempat tak aktif selama empat tahun, aplikasi ini diaktifkan kembali dengan pengembangan fitur-fitur baru.

Sejak pertengahan 2016 hingga Desember 2017,  donasi dari masyarakat telah masuk Rp 50 juta.

“Donasi yang masuk sudah kami salurkan ke korban bencana alam di Garut, gempa bumi Pidie Aceh, bencana banjir di Gunungkidul dan Bantul,” lanjutnya.

Adapun Direktur Gama Inovasi Berdikari Triasmono mengutarakan bahwa website Galanggo ini merupakan salah satu start-up nonprofit hasil kegiatan inovasi akademik.

"Kami mendukung mahasiswa berkontribusi ke masyarakat lewat inovasi start-up seperti ini. Saat ini kami mendampingi sekitar 11 start-up. Ada 20 lagi start up sejenis yang berada di inkubator," ungkap Triasmono.

Adapun Ketua Pembina Yayasan Galanggo.org Adi Wibowo menyampaikan dalam proses penggalangan dana, website ini menggunakan rekening legalitas yang dibawahi oleh tim audit UGM.

"Untuk transparansi, dana yang sudah masuk kami laporkan lewat sosial media resmi kami, disumbangkan ke mana saja selalu dilaporkan. Januari ini kami menargekan pendapatan donasi hingga Rp12 miliar dengan BAZNAS untuk membantu pembangunan rumah korban banjir di Pacitan,” jelasnya.


Reporter : Arif Koes

Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
10-01-2018 08:44