Main Menu

Pencurian Data Facebook, Kominfo Kerjasama dengan Kepolisian

Flora Librayanti BR K
07-04-2018 14:01

Diskusi bertema “Maling Data Facebook” di kawasan Cikini, Jakarta Pusat (GATRA/DPU/yus4)

Jakarta,Gatra.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk mengetahui apakah ada unsur pidana dalam kasus pencurian 87 juta data pribadi pengguna Facebook oleh Cambridge Anaytica.

Dari jumlah 87 juta itu, 1,3 juta di antaranya adalah data pribadi pengguna Facebook dari Indonesia. Cambridge Analytica diketahui adalah konsultan politik saat kampanye pemenangan Donald Trump dalam Pilpres Amerika Serikat pada 2016.

Staf Ahli Menkominfo bidang Hukum Henry Subiakto mengatakan rujukan pemerintah untuk kasus ini adalah Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) pasal 30 mengenai akses ilegal.

“Kalau memang ada pidana kita minta Facebook koorporatif memberikan informasi kepada kepolisian. Jadi dalam hal ini kita kerjasama dengan kepolisian,” kata Henry dalam diskusi bertema “Maling Data Facebook” di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (7/4).

Dalam kasus ini, kata Henry, bisa saja bukan pihak Facebook yang terseret ranah pidana. Karena yang dicuri dalam hal ini adalah data dari Facebook. Pemerintah juga terus berkoordinasi bersama pihak kepolisian.

“Kita jajaki terus seberapa jauh pelanggaran terhadap UU ITE. Karena mengakases sistem elektronik secara ilegal adalah melanggar hukum. Bisa saja yang kena bukan Facebook tapi Cambridge Analityca,” katanya.

Saat ini, pemerintah masih terus menunggu lapiran investigasi dari pihak Facebook. Bahkan menurut Henry Facebook juga berkomitmen untuk mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. “Kita tunggu saja hasil audit Facebook,” tutupnya.


Reporter : DPU
Editor : Flora L.Y. Barus

 

Flora Librayanti BR K
07-04-2018 14:01