Main Menu

Pencurian Data Pribadi, Pekan Depan Bareskrim Panggil Facebook Indonesia

Flora Librayanti BR K
07-04-2018 17:44

Ilustrasi FACEBOOK.(Shutterstock/re1)

Jakarta, Gatra.com - Guna menelusuri kasus pencurian 87 juta data pribadi pengguna Facebook oleh Cambridge Analityca, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bekerjasama dengan Polri. Sebagaimana yang dirilis oleh Facebook, dari 87 juta data pribadi tersebut, 1,3 juta di antaranya adalah data pengguna Facebook di Indonesia.

Kadiv Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto mengatakan pasca Polri berkoordinasi dengan Kemenkominfo, pihaknya akan segera menindak lanjuti kasus pencurian data Facebook.

“Kita harapkan minggu depan Bareskrim Polri akan memanggil pihak Facebook di Indonesia dan Direktorat Siber Bareskrim akan memulai melaksanakan penyelidikan,” kata Setyo melalui pesan singkat yang diterima Gatra.com, Sabtu (7/4).

Cambridge Analytica diketahui adalah konsultan politik saat kampanye Donald Trump untuk pemenangan Pilpres Amerika Serikat pada 2016.

Sebelumnya Staf Ahli Menkominfo bidang Hukum Henry Subiakto mengatakan rujukan pemerintah untuk kasus ini adalah Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) pasal 30 mengenai akses ilegal.

"Kalau memang ada pidana kita minta Facebook koorporatif memberikan informasi kepada kepolisian. Jadi dalam hal ini kita kerjasama dengan kepolisian," kata Henry dalam diskusi bertema "Maling Data Facebook" di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, hari ini.

Dalam kasus ini, kata Henry bisa saja bukan pihak Facebook yang terseret ranah pidana. Karena justru Facebook mencari korban pencurian data. Pemerintah berjanji terus berokordinasi bersama pihak kepolisian.


Reporter : DPU
Editor : Flora L.Y. Barus

Flora Librayanti BR K
07-04-2018 17:44