Main Menu

Belajar dengan Guru Jarak Jauh via Aplikasi Classmiles

Mukhlison Sri Widodo
29-04-2018 11:39

Hermawan Eko Nugroho (39) menunjukkan aplikasi ciptaannya, Classmilles. (GATRA/Arif Koes/FT02)

Yogyakarta, Gatra.com - Prihatin dengan kesenjangan pendidikan di Indonesia, Hermawan Eko Nugroho (39) menciptakan aplikasi media belajar interaktif jarak jauh, Classmilles.


 

Aplikasi ini memungkinkan guru berbagai mata pelajaran dapat berinteraksi secara langsung dengan siswa di daerah dan lokasi lain bahkan memperoleh pendapatan.

Aplikasi ini direncanakan hadir saat tahun ajaran baru Juni 2018. Hermawan menyatakan saat ini konten aplikasi ini terus diujicoba dan disempurnakan.

“Aplikasi ini mempertemukan guru dan siswa dalam satu ruang kelas interaktif  proses belajar mengajar. Kami juga memberi kesempatan setiap guru untuk menentukan sendiri biaya yang harus dibayarkan siswa yang belajar kepadanya,” kata Hendrawan di Yogyakarta, Minggu (29/4).

Alumni SMAN 2 Kota Yogyakarta ini mengatakan konsep yang diusung aplikasinya mengadaptasi situs jual beli barang. 

Namun bukan produk, transaksi dalam aplikasi ini berupa jasa pengajaran. Setiap guru yang lulus verifikasi tim Clasmille dapat dipilih oleh siswa untuk memberikan materi pelajaran.

Guru tak cuma-cuma mengajar via aplikasi ini. 

Dengan biaya per jam berkisar pada Rp 5.000 per orang, semakin atraktif seorang guru memberikan penjelasan kepada siswa, maka peluang mendapatkan pendapatan semakin besar. 

Nantinya ruang kelas interaktif ini bisa diisi lebih dari satu orang.

“Jadi proses belajar antara guru dan siswa di sini tidak mengenal waktu dan tempat. Bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Tergantung kesepakatan antara guru dan siswa,” lanjut Hermawan.

Menariknya, situs ini juga menyediakan fitur pengawasan bagi orang tua selama proses belajar mengajar. Sehingga siswa SD maupun SMP bisa dipantau atau didampingi orang tua.

Sebagai langkah awal memperkenalkan situs ini, Hermawan memilih Kota Yogyakarta sebagai cakupan kegiatan belajar di Clasmille. 

Kota Pendidikan ini dinilai memiliki guru-guru yang berkualitas sehingga diharapkan mampu menarik minat siswa dari daerah lain.

“Kami juga sudah menggandeng 20 SMAN di Sleman sebagai mitra kami. Sekolah-sekolah ini akan menyediakan guru pengajar langsung di kelas dan meminta guru lain sekolah mengajar di kelas mereka,” jelasnya.

Hermawan optimistis aplikasi yang ia tawarkan ini akan diterima. Sebab konsep teknologi ini sejalan dengan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam memeratakan pendidikan.

Classmiles guru di luar kota atau daerah lain yang membutuhkan banyak guru tapi biaya terbatas bisa mendapat guru pengampu yang memiliki kemampuan tiga sampai empat mata pelajaran. 

Alhasil sekolah yang memiliki keterbatasan guru bisa serasa memiliki banyak guru.

Mengenai inovasi pendidikan jarak jauh ini, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Sutrisna Wibawa memberi apresiasi juga catatan.

“Meski belum ada riset yang meneliti  efektivitas metode ini, selayaknya dalam proses belajar jarak jauh diimbangi dengan pertemuan langsung antara guru dan murid,” katanya.

Sebab keberadaan guru sebagai pengajar tidak hanya mengajarkan kepada siswa aspek kognitif dan psikomotoris, namun juga afektif dari sosok guru sebagai panutan  terutama dalam pembelajaran etika. 


Reporter : Arif Koes

Editor : Mukhlison 

Mukhlison Sri Widodo
29-04-2018 11:39