Main Menu

Tahu Susu Antioksidan, Sehat Lezat Karya Unsoed

G.A Guritno
17-07-2018 08:17

Tahu susu antioksidan. (Dok. Humas Unsoed/re1)

Purwokerto, Gatra.com – Indonesia memiliki beragam makanan khas daerah lezat. Akan tetapi, sebagian makanan tersebut mengandung zat-zat yang tak selalu baik untuk kesehatan. Antara lain, kandungan kolesterol yang tinggi.

 

Untuk itu, mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto berinisiatif menciptakan makanan berbasis makanan lokal, akan tetapi diramu dengan bahan lain yang juga bermanfaat bagi kesehatan.

Kepala Humas Unsoed Purwokerto, Alief Enstein mengatakan Fakultas Peternakan memperkenalkan produk olahan tradisional dan bercita rasa tinggi, dengan proses diversifikasi produk yang berasal dari kelompok tani ternak dan kelompok mahasiswa yang dibina.

Beberapa makanan tradisional tersebut yakni, telur asin asap, telur asin bakar, telur asin goreng, telur ayam kampung omega 3, abon ayam, dan tahu susu antioksidan (Tasundan).

Satu yang paling membetot perhatian adalah Tasundan. Produk berbasis susu ini menjadi favorit saat pameran inovasi industri peternakan, pakan dan perikanan, Indolivestock Expo & Forum, awal Juli 2018 lalu, di Jakarta Convention Center.

“Meskipun beberapa produk tersebut sudah banyak dipasarkan dan tak lazim di kalangan masyarakat Indonesia, namun pada saat pameran berlangsung banyak pengunjung yang antusias pada produk yang dijajakan tim Fakultas Peternakan Unsoed, salah satunya adalah Tahu Susu Antioksidan atau Tasundan,” katanya, melalui keterangan tertulis, Senin (16/7).

Dia menerangkan, Tasundan merupakan produk olahan berbahan dasar susu sapi yang diolah hingga menyerupai tahu pada umumnya dan ditambahkan ekstrak kulit manggis (Garcinia mangostana) yang kaya akan Antioksidan.

“Tasundan adalah produk pangan karya mahasiswa Fakultas Peternakan Unsoed yang tergabung dalam Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM-K),” ujarnya.

Dalam pameran tersebut, pengunjung antusias dari sekadar melihat, bertanya hingga membeli produk Tasundan. Antusiasme pengunjung itu pun membuat tim PKM-K Fakultas Peternakan lebih semangat mengembangkan produk dan mengepakkan sayap lebih lebar dengan meningkatkan kuantitas dan kualitas produk.

“Unsoed adalah universitas yang menjunjung tinggi kearifan lokal. Kami akan terus mengembangkan produk berbasis masyarakat Indonesia,” tandasnya.

Alief menambahkan, Indolivestock Expo & Forum adalah pameran terbesar pameran inovasi industri peternakan, pakan dan perikanan yang digelar sejak tahun 2005. Dalam pameran itu, lebih dari 500 teknologi dan produk dari 40 negara hadir.

Di antaranya menampilkan produk dan teknologi terbaru yang menjadi ciri khas perusahaan dari atau lembaga, seperti Charoen Pokhpand, Big Dutchman, Alltech, Vencomatic Group, dan ratusan perusahaan lainnya.

Selain stand perusahaan, media peternakan, dan instansi pemerintahan, beberapa universitas juga terlibat dalam memeriahkan acara akbar ini. Di antaranya, Unsoed Purwokerto, UGM, ITB, Unpad dan Undip.

Reporter: Ridlo Susanto
Editor: G.A. Guritno

G.A Guritno
17-07-2018 08:17