Main Menu

Sosialisasi e-Court ke PERADI, MA Optimistis Aplikasi Ini Minimalisir Suap

Iwan Sutiawan
21-07-2018 02:36

Juniver Girsang . (ANTARA/Reno Esnir/re1)

Jakarta, Gatra.com - Mahkamah Agung (MA) optimistis penerapan aplikasi e-court yang sudah digulirkan mulai 13 Juli 2018 di Balikpapan, dapat meminimalisir atau memutus praktik suap serta terwujudnya peradilan sederhana, cepat, transparan, dan biaya ringan.

Kepala Biro Hukum dan Humas MA, Abdullah di sela-sela acara sosialisasi e-court kepada ratusan advokat dari Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) pimpinan Juniver Girsang di Jakarta, Jumat (20/7), menyampaikan, aplikasi ini dapat meminimalisir tindakan tersebut karena meminimalisir pertemuan para pihak berperkara dengan pegawai pengadilan.

"Ini merupakan reformasi dan revolusi Mahkamah Agung yang beralih dari manual ke digital untuk mewujudkan peradilan sederhana, cepat, dan biaya ringan," katanya.

Melalui aplikasi ini, para pihak termasuk advokat bisa mengajukan permohonan gugatan ke pengadilan tanpa harus datang ke pengadilan karena cukup mengakses laman ecourt.mahkamahagung.go.id.

"Mengajukan gugatan itu cukup dari rumah saja, dan waktunya kapan saja. Sekarang baru perdata. Mulainya kemarin sudah dicanangkan ketua MA tanggal 13 Juli 2018 di Balikpapan," kata Abdullah.

Senada dengan Abdullah, Ketua Umum DPN PERADI, Juniver Girsang, menilai penerapan aplikasi ini bisa mencegah penyelewengan di pengadilan. "Dengan cukup mendaftar melalui e-filling, sehingga mempersempit adanya interaksi langsung atara advokat dan pengawai pengadilan," ujarnya.

Penerapan e-court ini juga menjadikan tidak ada lagi advokat liar karena profil advokat sudah terdata secara tertib di dalam aplikasi yang kemudian data-datanya diverifikasi oleh pengadilan dan MA.

Bukan hanya itu, aplikasi ini memudahkan pengadministrasian perkara perdata secara elektronik serta demi mewujudkan peradilan yang sederhana, cepat, dan biaya ringan alias murah.

"e-court juga merupakan jawaban atas keluhan masyarakat pencari keadilan maupun advokat karena proses beracara di pengadilan jadi lebih cepat, transparan dalam arti jumlah biayanya sudah pasti, lebih efektif, dan efisien. PERADI sangat mendukung penerapan aplikasi e-court ini," ujar Juniver.

Sedangkan soal sosialiasi e-court kepada advokat sangat penting karena nantinya mereka wajib menggunakan aplikasi tersebut. Ini merupakan aplikasi layanan yang menjadikan pendaftaran perkara gugatan perdata bisa dilakukan secara online termasuk juga dalam memanggil para pihak.


Editor: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
21-07-2018 02:36