Main Menu

Luncurkan Video Watch Secara Global, Facebook Siap Garap Pendapatan Iklan Ad Breaks

Birny Birdieni
30-08-2018 16:31

Ilustrasi (Shutterstock/FT02)

Artikel Terkait

Jakarta, Gatra.com- Setelah satu tahun diperkenalkan di Amerika Serikat, Facebook akhirnya meluncurkan layanan "Video Watch" secara global. Kepala Video Facebook Fidji Simo mengatakan bahwa langkah ini diambil karena video sudah menjadi bagian aktivitas sosial.


"Setiap bulan lebih dari 50 juta orang di AS datang untuk menonton video selama setidaknya satu menit di Watch. Bahkan total waktu yang dihabiskan menonton video di Facebook Watch telah meningkat 14 kali sejak awal 2018," kata Simo kepada Reuters seperti dikutip dari Antaranews, Kamis (30/8).

Platform Video Watch yang siap bersaing dengan YouTube ini memberikan sajian berita hiburan dan konten olahraga. Namun kelebihannya adalah dapat melakukan percakapan dua arah. "Anda dapat melakukan percakapan dua arah tentang konten dengan teman, penggemar lain, atau bahkan materi iklan itu sendiri," ungkap Simo.

Pihak Facebook menyebut bahwa para pembuat konten yang memenuhi syarat juga akan dapat menghasilkan uang dari video mereka dengan menggunakan layanan iklan Ad Breaks. Untuk berpartisipasi dalam Ad Breaks, penanyang perlu membuat video berdurasi tiga menit dengan menghasilkan 30.000 tayangan dalam dua bulan. Juga harus memiliki 10.000 pengikut.

Simo mengatakan penayang akan menerima pendapatan dari sistem periklanan video otomatis pada platform, yang telah menampilkan acara seperti "Huda Boss" dan permainan "Major League Baseball" itu.

"Kami tahu ini adalah jalan yang panjang tetapi kami telah bekerja keras untuk memastikan bahwa pengalaman 'Ad Breaks' adalah yang baik untuk mitra kami dan komunitas kami,” ungkap Simo.

Pendapatan iklan ini sudah berlaku di Inggris, Irlandia, serta Australia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat mulai Kamis (29/8). Nantinya akan diikuti lebih banyak negara.

Menurut Simo, rasio komposisi pendapatan iklan ini akan sama seperti di Amerika Serikat. Yakni 55% akan dibagi untuk pembuat konten dan 45% untuk Facebook.

Tidak hanya itu, Simo mengatakan bahwa Facebook sedang mengerjakan berbagai opsi lain agar para pembuat konten dapat menghasilkan uang. Seperti konten bermerek dan kemampuan bagi penggemar yang secara langsung mendukung para pembuat konten favorit mereka melalui langganan.


Editor: Birny Birdieni

Birny Birdieni
30-08-2018 16:31