Main Menu

79 Spesies Ikan Asing Berbahaya Berada di Perairan Indonesia

Arif Prasetyo
01-09-2018 22:49

Aplikasi AIS (Alien and Invasive Species) (Dok. KKP/FT02)

Artikel Terkait

Jakarta, Gatra.com – Sebanyak 79 spesies ikan asing berbahaya masih berada di perairan Indonesia. Informasi ini berkat aplikasi yang diluncurkan Sekolah Tinggi Perikanan (STP), di bawah Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan. Aplikasi yang diberi nama AIS (Alien and Invasive Species).

 

Dosen STP Kadarusman mengatakan, ikan itu dibawa orang dengan tujuan budidaya atau ditangkarkan di akuarium. Ikan ini sudah masuk ke Indonsia puluhan tahun lalu. Persoalannya tidak ada data ikan itu berada di perairan dan nama ikan.

“Bersama siswa taruna kami bikin website mendata semua ikan berbahaya yang berada di Indonesia. Setiap orang dapat memberikan kontribusinya, kapan dan di mana saja, lewat sistem pelaporan yang sederhana tentang keberadaan AIS di daerah masing-masing, baik lewat website atau aplikasi Android,” ujarnya usai acara wisuda sarjana taruna SPT Pasar Minggu, di Jakarta, Sabtu (1/9).

Dengan adanya aplikasi ini keberadaan ikan berbahaya bisa terdeteksi, sehingga bisa dimanfaatkan semua kalangan baik pemerintah maupun lembaga yang terkait dengan perikanan. Masyarakat pun bisa berkontribusi dalam memberikan informasi ketika menemukan ikan bukan asli Indonesia.

“Kami tidak bisa langsung mengeksekusi ikan berbahaya karena ada badan yang menangani yakni Balai Karantina. Kami ini peneliti dan website ini membantu pihak terkait tentang keberadaan ikan asing itu,” paparnya.

Lanjut Kadarusman, ikan yang berasal dari Senegal, Amerika Latin atu negara lain jangan sampai menguasai perairan di Indonesia. Ikan asing ini awalnya dipelihara, sudah bosan lalu membuangnya di sungai. Ikan itu memakan apa saja, termasuk ikan asli Indonesia apalagi yang sedang bertelur. Maka dalam sepuluh tahun lagi ikan Indonesia akan habis dan punah. Belum lagi ikan asing itu membawa penyakit.

AIS Indonesia yang merupakan program mandiri dosen dan taruna, yang diinisiasi pada periode perkuliahan dengan sistem Blok Tuntas O3 (One Course, One Company, One Peer).

Selain itu untuk meningkatkan sumber daya manusia STP melakukan kerjasama dengan lembaga perikanan internasioanl yakni Korea dan Australia.

Untuk mengakses aplikasi AIS Indonesia dapat diunduh di Play Store pada Android-Google dengan link https://goo.gl/UUMwqd atau melalui website http://ais.stpjakarta.ac.id/.


Arief Prasetyo

Arif Prasetyo
01-09-2018 22:49