Main Menu

Kenalkan Ini Dia Aplikasi Melaut Nelayan ”Laut Nusantara” dan Fiturnya

Birny Birdieni
11-10-2018 18:10

autNusantara1,2 : Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti ( tengah ) bersama dengan Head Social Innovation Project, Siti Siswandari ( kiri ) dan Sekretaris Jenderal KKP, Nirlanto Perbowo (kanan) dalam acara peluncuran aplikasi digital Laut Nusantara dan penyerahan simbolis tiga paket perangkat Laut Nusantara yang terdiri dari smartphone yang berisi aplikasi Laut Nusantara, sim card dengan paket data 1GB dan satu buku panduan penggunaan aplikasi Laut Nusantara kepada tiga nelayan Pengambengan di Jembrana, Bali.(GATRA/Dok XL)

Jakarta, Gatra.com- Untuk membantu meningkatkan produktivitas dan keamanan kerja masyarakat nelayan Indonesia, sebuah aplikasi berbasis Android bernama “Laut Nusantara” diluncurkan.

 

Dalam rilis yang diterima Gatra.com disebutkan bahwa aplikasi digital tersebut 100% karya anak bangsa. Ini merupakan hasil karya kolaborasi antara Balai Riset dan Observasi Laut (BROL), Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan PT XL Axiata Tbk (XL Axiata). Bahkan aplikasi ini mendapat dukungan data kelautan sahih dan real time.

Nah keunggulan dari Laut Nusantara adalah data-data yang didapat dari BROL apdet dan berdasarkan riset serta observasi laut di seluruh wilayah nusantara. Semua informasi kelautan yang ada dalam Aplikasi Laut Nusantara ini didapat secara langsung dari stasiun bumi Balai Riset dan Observasi Laut.

Berdasarkan data dari satelit khusus, pemutakhiran data dilakukan setiap tiga hari. Adapun data yang bersifat prakiraan berdasarkan analisa data selama 20 tahun ke belakang.

Aplikasi “Laut Nusantara” sudah bisa dimanfaatkan sejak 30 Agustus 2018 ini bisa diunduh di Play Store secara gratis. Aplikasi bisa dipergunakan nelayan saat melaut sejauh smartphone mereka masih bisa menangkap sinyal data dari operator.

Berdasarkan ujicoba di sejumlah daerah, aplikasi masih bisa dibuka hingga jarak 10 mil dari pantai. Jarak ini masih sangat relevan mengingat nelayan kecil. Sebab dengan perahu berjungkung dan bentuk perahu tradisional berukuran kecil lainnya memiliki daya jangkau rata-rata kurang dari 20 mil laut.

Lalu apa saja fitur-fitur informatif yang tersaji di aplikasi Laut Nusantara ini. Simak penjelasan berikut ini :

1. Daerah Penangkapan Ikan, meliputi :

  • Sebaran Ikan 
  • Potensi sebaran ikan
  • Data cuaca, yakni seperti arah angin, kecepatan angin, serta cuaca dan tinggi gelombang pada koordinat tertentu
  • Status, yakni mengenai kondisi aman, waspada dan bahaya untuk melaut

2. Lapor Tangkapan

  •  Nelayan melaporkan hasil tangkapannya ke dinas dan pihak terkait
  • Jenis Ikan
  • Berat kilogram ikan yang ditangkap

3. Gelombang Perairan

  • Informasi Gelombang Perairan Indonesia dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika tentang arah
  • Gelombang dan ketinggian gelombang.

4. Informasi angin
Yakni mengenai informasi arah angin perairan Indonesia dari BMKG

5. Informasi harga ikan pelabuhan

  • Menampilkan data harga ikan dari data Pusat Informasi Pelabuhan Perikanan, Direktorat Jenderal
  • Perikanan Tangkap, KKP, hal yang berkaitan dengan update data terbaru tidak berasal dari aplikasi ini.

6. Nama ikan dari tiga penamaan, yakni Nama Daerah, Nama Inggris, dan Nama Latin.

7. Cuaca Perairan

Ini meliputi Arah angin, Kecepatan angin, dan Curah hujan. Serta kondisi cuaca dan tinggi gelombang pada koordinat tertentu. Hingga anjuran untuk status aman, waspada dan bahaya dalam melaut

8. Informasi Pelabuhan

9. Perkiraan BBM

  • Simulasi perkiraan BBM yang dibutuhkan bila ingin menuju titik tertentu.
  • Simulasi besar biaya yang diperlukan bila ingin menuju titik tertentu

10. Chatting

Sarana untuk percakapan antarpengguna

 

Selain informasi berbasis data untuk meningkatkan produktivitas kerja, aplikasi Laut Nusantara juga menyajikan informasi yang bersifat edukasi mengenai potensi dan isu kelautan lainnya. Informasi dan data tersebut antara lain mencakup keberadaan terumbu karang, pelestarian biota laut, hingga ancaman pencemaran.

Pihak XL Axiata dan BROL menyebut akan terus mengembangkan aplikasi ini sehingga manfaatnya bisa menjadi lebih luas lagi. 


Birny Birdieni

Birny Birdieni
11-10-2018 18:10