Main Menu

Dilarang ''Ngecas'' Samsung Galaxy Note 7 Selama Penerbangan

Tian Arief
11-09-2016 19:18

Samsung Galaxy Note 7 yang terbakar (GATRAnews/bbc.com/Ariel Gonzalez)

Jakarta, GATRAnews - Maskapai Garuda Indonesia mengimbau para penumpangnya agar tidak mengoperasikan smartphone Samsung Galaxy Note 7 di pesawat maupun mengisi ("ngecas") baterainya selama penerbangan, karena adanya masalah pada baterainya. Imbauan itu mengacu pada pernyataan regulator penerbangan AS, Federal Aviation Administration (FAA).

"Garuda Indonesia secara tegas meminta kepada seluruh penumpang untuk tidak mengoperasikan telepon genggam selama penerbangan, sesuai pemberitahuan resmi FAA mengenai Samsung Galaxy Note 7," imbaunya Benny S Butarbutar, Vice President Corporate Communications Garuda Indonesia, dalam keterangan tertulis yang diterima GATRAnews, di Jakarta, Minggu (11/9).

Karena itu, Benny mengatakan, pihaknya mengimbau penumpang untuk tidak menyalakan bahkan tidak dalam moda pesawat (airplane mode), mengisi (recharge) baterai, maupun memasukkan perangkat ponsel tersebut ke dalam bagasi pesawat.

Benny menyebutkan, pihaknya telah mengomunikasikan imbauan tersebut secara internal agar dapat disampaikan oleh para petugas yang berhubungan langsung dengan penumpang.

Mulai hari ini, Garuda Indonesia telah memasang imbauan ini secara tertulis di gerai-gerai check-in di bandara-bandara yang disinggahi armada Garuda Indonesia.

"Imbauan FAA berkaitan dengan aspek keamanan dan keselamatan penerbangan. Ke depannya kami akan mengevaluasi imbauan ini sampai dengan adanya informasi resmi dari FAA," ucapnya.

FAA mengeluarkan keterangan resmi berupa peringatan keras kepada penumpang yang memiliki Samsung Galaxy Note7 agar tidak menyalakannya di dalam pesawat, mengisi baterai, dan memasukkan ke dalam bagasi pesawat.

Sebelumnya bbc.com memberitakan, Samsung telah melakukan penarikan 2,5 juta unit smartphone Samsung Galaxy Note 7, akhir minggu lalu, setelah adanya laporan adanya ledakan baterai perangkat elektronik tersebut, sesaat setelah diisi ("dicas") baterainya.

Untuk itu pihak berwenang di Amerika Serikat melarang para penumpang pesawat menyalakan maupun melakukan pengisian baterai selama berada dalam pesawat.

Pihak produsen Samsung menyatakan, mulai 19 September 2016, akan mengganti seluruh unit ponsel yang bermasalah. "Keselamatan seluruh pelanggan kami adalah prioritas yang tidak bisa ditawar-tawar lagi," tulis sebuah pernyataan yang dikeluarkan perusahaan pembuat ponsel terbesar di dunia itu.


Editor: Tian Arief

Tian Arief
11-09-2016 19:18