Main Menu

3M Indonesia Tawarkan Dynatel

Rosyid
09-11-2016 22:14

Dynatel locator (Gatra/Rosyid)

  Jakarta GATRANews - Mencari dan memeriksa jaringan utilitas yang tertanam dalam tanah  tidaklah mudah.  Untuk memastikan  kondisi pipa gas yang bocor, atau kabel listrik yang putus,  harus digali. Resikonya, bisa mengganggu jaringan lainnya. Selain waktu jam kerja yang lebih lama dan biaya tenaga kerja yan lebih besar.

 

 

Salah satu peserta pameran Indonesia Infrastructure Week 2016, PT 3M Indonesia menawarkan  solusi untuk memudahkan mencari jaringan utilitas yang bermasalah. 3M Dynatel Locating and Marking diperkenalkan dipameran Indonesia Inrastructure Week 2016 di Jakarta Convention Center. Dynatel dirancang untuk melacak lokasi yang bermasalah. Secara fisik bentuknya berupa bola berdiamete sekitar 10 cm yang ditaman bersama jaringan. Setiap 200 meter ditanam satu bola.

 

Didalam bola disimpan data tentang jenis kabel/pipa, kapan ditanam, siapa yang mengerjakan,  kapan waktunya  diganti dan informasi lainnya. Ketika ada masalah, digunakan Dynatel Locator yang bisa mencari posisi bola dalam tanah.  Dyanatel locator memancarkan gelombang dengan frekuensi tertentu yang kemudian ditangkap dan dipantulkan chips yang ada didalam bola. Lewat Dynatel Locator semua informasi bisa dibaca. Karena posisi bola diketahui, posisi jaringan juga terdeteksi. Dynatel locator bisa mendeteksi bola hingga kedalaman 1,5 meter.

 

Kekurangan dari alat ini, tidak efisien jika harus dipasang di jaringan yang sudah terpasang. "Karena harus menggali jaringan untuk menanam bola. Karena itu Dynatel ini lebih cocok untuk pemasangan jaringan baru, " kata Audist Subekti, PhD, Business Director Infrastructure, Construction, Energy and Government Market PT 3M Indonesia, Rabu (9/11).

 

Sistem ini sudah dipasang di jaringan PLN  Bogor, Bali, Bintaro, dan  Terminal 3 Ultimate. 

 

Sistem lain yang diperkenalkan adalah Live Face Identification System. Software ini memiliki kemampuan untuk mengenali wajah-wajah yang tertangkap kamera. Kemampuan yang akan sangat membantu para petugas imigrasi mengenali orang-orang yang memang dicari. Sistem ini terdiri dari kamera IP, layar monitor dan komputer. 

 

Dengan semakin banyaknya wisatawan asing yang masuk ke Indonesia, para pencoleng memiliki kesempatan untuk menyusup masuk Nah dengan sistem pengenal wajah bisa mendeteksi orang-orang yang memang dicari dan kemudian mengirim pesar pada pihak keamanan yang terkait. Menurut M. Nurfadhil, application engineer PT 3M Indonesia menjelaskan sistem ini bisa mengenali orang meskipun menggunakan penyamaran. "Karena yang diidentifikasi adalah area mata dan hidung," katanya. Kedua area itu sulit untuk diubah.

 

Kamera yang menangkap wajah kerumuan orang akan menayangkan gambarnya di layar monitor. Sistem akan memberi tanda kotak berwarna merah di wajah orang yang bermasalah. Sistem secara otomotif memberi peringatan pada petugas. Sistem ini bisa dilengkapi dengan lebih dari satu kamera.


 

Editor: Rosyid

Rosyid
09-11-2016 22:14