Main Menu

Manfaatkan Gadget Secara Positif

Fahrio Rizaldi A.
30-11-2016 16:59

Jakarta, GATRAnews - PT Central Asia Financial (CAF) melalui brand JAGADIRI menghadirkan konsep asuransi online pertama di Indonesia. Vice President Strategic Marketing PT Central Asia Financial (CAF), Priska Sari Kurniawan dalam diskusi Asuransi JAGADIRI mengatakan proteksi keluarga harus menyeluruh. Cara yang ditawarkan Jagadiri adalah melindungi anak-anak dari kecanduan gadget.

Salah satu produk asuransi JAGADIRI untuk keluarga adalah asuransi Jaga Sehat Keluarga (JSK) yang mengcover rawat jalan, bedah, dan rawat inap, untuk seluruh anggota keluarga dengan anggota maksimal lima orang.

"Keunggulan asuransi ini adalah satu-satunya yang memberikan rawat jalan untuk individu tanpa rawat inap terlebih dahulu yang bisa digunakan di banyak rumah sakit, serta adanya pengembalian premi 25% jika tidak ada klaim setiap tahunnya. Selain proteksi dasar, kami memberikan kartu yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan bersama keluarga seperti potongan harga di merchant-merchant tertentu, menonton bioskop di Blitz Megaplex, makan dan karaoke," jelas Priska, dalam keterangan tertulis yang diterima GATRAnews, Rabu (30/11).

Melalui asuransi online, Jagadiri bertujuan untuk memudahkan pengguna agar tak perlu lagi berurusan dengan agen sehingga proses lebih mudah, hanya dibutuhkan beberapa menit untuk aplikasi, dan polis dikirim melalui e-mail. Uniknya, pengguna tidak perlu melakukan cek kesehatan terlebih dahulu sehingga siapapun dapat menjadi nasabah JAGADIRI selama memenuhi aturan ketentuan pembelian produk.

Director Operation PT CAF Dessy Kusumayati menjelaskan, anak-anak dan balita rentan sakit karena faktor lingkungan, sementara sistem imun mereka belum sempurna. Rawat jalan pun menjadi kebiasaan yang kadang membebani orangtua secara finansial. Asuransi JSK sudah memikirkan hal ini, bahkan dengan menanggung seluruh anggota keluarga (suami, istri, dan tiga anak) dalam satu polis asuransi. "Tidak harus semuanya memiliki polis satu-satu," jelas Dessy.

Nilai polis JSK mulai dari 280 ribu per bulan dengan total klaim per tahun Rp 90 juta per keluarga dimana manfaat rawat inap Rp 300 ribu per hari, rawat jalan maksimal Rp 300 per kunjungan dan maksimal Rp 6 juta per tindakan pembedahan.

Keluhan umum pengguna asuransi, yakni dalam hal klaim yang lama dan berbelit-belit, tidak akan dijumpai di asuransi JAGADIRI. Klaim yang juga dilakukan secara online, dapat dilakukan cashless dengan cukup menunjukkan kartu di pelayanan kesehatan, maupun sistem reimburse dengan cukup mengunggah dokumen dengan cukup difoto, scan, atau menggunakan e-mail.

JAGADIRI memaksimalkan kanal digital untuk membantu nasabah agar dapat mengakses asuransi dengan lebih cepat dan efisien mulai dari proses awal pembelian sampai dengan klaim. Semua hal tersebut bahkan dapat dilakukan melalui gadget.

Psikolog keluarga, Astrid WEN --pendiri PION Clinition dan inisiator Theaplay Indonesia-- pada saat sesi curhat di acara diskusi Asuransi JAGADIRI dengan Forum NGOBRAS, menambahkan bahwa penelitian yang pernah dilakukan mahasiswa psikologi Universitas Indonesia, yang melihat preferensi orangtua memilih alat permainan tahun 2012 di area Jakarta, ternyata sebagian orangtua memberikan gadget pada orangtua karena menginginkan anaknya pintar. "Gadget dijadikan pilihan pertama, disusul Lego, balok-balok kontruktif, puzzle, dan lain-lain. Mainan seperti boneka handuk yang lembut yang membantu mengatasi kecemasan anak, justru tidak favorit dan menjadi pilihan terakhir orangtua," jelasnya.

Survei Asian Parent pada sekitar 2.500 orangtua di negara ASEAN menemukan ternyata 99% anak main gadget di rumah. 71% main saat bepergian dan 70% main di rumah makan, 40% main di rumah teman dan 17% main di sekolah. Tidak bisa dipungkiri anak sekarang lahir di era digital sehingga bukan hal yang mengherankan jika mereka sudah kenal gadget sejak bayi.

Fenomena ini juga terjadi secara global. Meskipun internet addiction belum dikenal di Indonesia, namun di negara maju masalah ini sudah dianggap sebagai ancaman serius bagi masa depan anak-anak. Oleh karena itu, menurut Astrid, mencegah menjadi solusi lebih baik dan dilakukan sejak dini. Untuk mengenal gedget, anak-anak harus diawasi dan dipertimbangkan untuk melihat konten (pornografi, kekerasan), dan durasi menggunakan gadget.

"Pada akhirnya anak tidak tumbuh menjadi orang-orang yang dapat merefleksikan dan mengekspresikan diri," jelas Astrid.



Reporter: Rizaldi Abror
Editor: Edward Luhukay

Fahrio Rizaldi A.
30-11-2016 16:59