Main Menu

Selebgram Ini Gencar Kampanye Tolak Perkawinan Anak di Indonesia

Fahrio Rizaldi A.
19-12-2016 18:30

Jakarta, GATRAnews - Tuntutan ekonomi dan berbagai masalah sosial lainnya, kerap dijadikan alasan untuk membenarkan perkawinan anak. Data Unicef menyebutkan, sekitar 17% perempuan di Indonesia menikah sebelum usianya genap 18 tahun. Praktik perkawinan anak memiliki berbagai dampak buruk, antara lain, putusnya pendidikan, hilangnya kesempatan bermain, dan kehamilan di usia muda yang menyebabkan kematian ibu dan bayi.



Melihat kondisi ini, Duta Stop Perkawinan Anak Kalyanamitra, Mentari Putri Novel gencar melakukan kampanye untuk menghentikan praktik perkawinan anak di Indonesia. Penyanyi yang dikenal lewat media sosial ini mendorong anak muda untuk memaksimalkan potensi mereka sebelum waktunya menikah. "Sosial media punya kekuatan besar, saya kampanye melalui sosmed. Anak muda lebih baik fokus dulu untuk mengembangkan diri sebelum menikah," ujar Mentari, Minggu (18/12), di kawasan Kuningan, Jakarta.

Sebagai selebgram, Mentari juga melihat banyak teman-temannya yang memilih untuk menikah muda demi menghindari hal-hal yang negatif, seperti perzinaan, kumpul kebo, dan lainnya. "Itu balik lagi ke individunya, saya rasa harus lebih bijaksana. Coba berpikir mana yang lebih baik, dan menguntungkan. Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, kita harus mengubah fokus kita, fokuslah pada pengembanga diri dan prestasi, jadi cinta-cintaan nggak lagi prioritas," urainya.

Tak hanya itu, Mentari juga menyadari bahwa orangtua juga berkontribusi untuk mendorong anak ke jenjang pernikahan. Kekhawatiran yang berlebihan, membuat orangtua ingin segera menjodohkan anak mereka.

"Mereka (orangtua) sebenarnya takut anaknya kenapa-napa. Sebagai anak muda, kita yang harus meyakinkan orangtua untuk percaya pada kita, mendukung apa yang sedang ingin kita capai," jelas mahasiswi FISIP Universitas Indonesia ini.

Untuk program ke depan, Mentari akan terus berkolaborasi dengan lembaga sosial khusus perempuan, Kalyanamitra untuk melakukan kampanye ke seluruh Indonesia. Mentari juga sedang menyusun strategi untuk menciptakan karya seni bertema anti perkawinan anak. "Ya nanti kedepannya, saya akan membuat karya, bisa musik atau short movie. Ini nggak bisa sendiri, harus melibatkan banyak orang karena ini program sosial," tandasnya.




Reporter: Rizaldi Abror
Editor: Edward Luhukay

Fahrio Rizaldi A.
19-12-2016 18:30