Main Menu

PayPro Siap Bersaing di Era Transaksi Digital

Edward Luhukay
17-05-2017 16:25

Peluncuran PayPro (Dok. GATRAnews)

Artikel Terkait

Jakarta, GATRAnews - Sejak April 2017, PayPro telah menegaskan kehadirannya sebagai salah satu penyedia layanan transaksi digital. PayPro, disiapkan untuk mampu bersaing dalam era transaksi non-tunai. Untuk mendukung tujuan tersebut, PayPro hadir dalam bentuk aplikasi, sehingga mudah diakses oleh masyarakat, serta dapat digunakan untuk beragam transaksi sehari-hari.



PayPro dapat digunakan sebagai solusi praktis membayar transaksi untuk transportasi sehari-hari, seperti KRL Commuter Line dan Grab, dengan penawaran-penawaran seperti cash back spesial bagi pengguna PayPro. Tidak hanya memberikan layanan untuk pembayaran kebutuhan sehari-hari, PayPro juga memiliki fitur pembayaran menggunakan "QR code". Fitur ini dapat digunakan di merchant-merchant terkemuka antara lain The Coffee Bean, Gramedia, Haagen Dazs, dan Puyo.

Selain itu, keperluan masyarakat untuk membayar berbagai tagihan mulai dari listrik, air, dan telepon, dan berbelanja, akan dapat dilakukan hanya dengan menggunakan aplikasi digital ini. Untuk kebutuhan berbelanja, PayPro telah menjalin kerja sama dengan beberapa merchant, seperti Indomaret dan Alfamart. Kebutuhan masyarakat untuk membayar pinjaman difasilitasi bersama dengan Bank DBS. PayPro juga menjalin kerja sama dengan BPJS, Jiwasraya, dan Tokio Marine.

PayPro memiliki target untuk menjadi layanan transaksi digital yang terbuka untuk semua, dengan cukup mendaftarkan nomor telepon seluler, tanpa harus memiliki rekening bank. Hal ini diyakini dapat membuat transaksi-transaksi yang dilakukan dengan PayPro bisa dikatakan independen. "Bersama Indosat sebagai mitra strategis penjualan dan pemegang lisensi uang elektronik, setiap pengguna PayPro dipastikan akan memiliki fasilitas untuk membayar transaksi apapun, dengan cara yang sangat mudah, hanya dengan satu aplikasi dari smartphone," kata Chief Marketing Officer PayPro Heidi Bokau, melalui keterangan pers yang diterima GATRAnews, Rabu (17/5).

Semua hal tersebut, menurut Heidi, diyakini perlahan tapi pasti, akan terealisasi di tengah banyaknya kompetitor untuk layanan transaksi digital saat ini. Optimisme ini juga didasari, karena PayPro melihat peluang pasar masih terbuka dimana belum ada "pemimpin" di industri ini.




Editor: Edward Luhukay

Edward Luhukay
17-05-2017 16:25