Main Menu

Netter Muda Yogyakarta Ditantang Nge-Vlog Berbayar

Rosyid
08-10-2017 14:08

Temu komunitas vloger Yogyakarta yang digelar Kwai Indonesia (Gatra/Arif Koes Hernawan/yus4)

Yogyakarta, gatranews - Bertajuk #videoinjogjamu, pengguna internet Yogyakarta ditantang membuat video untuk ditampilkan di aplikasi Kwai. Menariknya, setiap video yang ditayangkan akan mendapat bayaran setiap bulan.

Head Of Marketing Kwai Indonesia Kukuh Prayogi mengatakan program #videoinjogjamu bertujuan mempromosikan DI Yogyakarta sebagai kota budaya dengan keindahan alamnya dari sudut pandang generasi millenial.

“Dari data yang kami dapat, di DI Yogyakarta terdapat 2 juta pengguna internet aktif yang sebagian besar adalah kawula muda yang sekarang lebih menyukai membuat video-video berdurasi pendek di internet atau nge-vlog,” kata dia pada temu komunitas video blogger di Gedung Griya Kriya, Kota Yogyakarta, Jumat (6/10) malam.

Selain dinilai dari banyaknya pengguna, sisi kreativitas dan inovasi kalangan muda Yogyakarta dalam mengemas suatu tema yang menarik untuk ditampilkan kepada khayalak menjadi syarat dipilihnya Yogyakarta sebagai awal promosi nge-vlog di Kwai.

Dalam aplikasi ini, Kukuh menjelaskan pengguna dimudahkan untuk langsung membuat, menyunting, mengunggah dan membagikan video ke media sosial. Menariknya, setiap video yang ditampilkan akan mendapatkan uang tanpa syarat khusus seperti di aplikasi lain.

“Kami membagi tiga kategori video yang ditampilkan. Pertama adalah informasi tentang berita, keterampilan, dan cerita lucu. Kedua, cerita keterampilan kelompok berbasis ekonomi, dan terakhir adalah video tentang diri sendiri,” lanjut Kukuh.

Dengan durasi maksimal 57 detik, setiap video akan mendapatkan honor Rp50 ribu sampai Rp100 ribu yang dibayarkan setiap bulan.

Usai menemui video bloger di DI Yogyakarta, tim Kwai akan berkeliling ke sejumlah kota di Indonesia untuk menggandeng para generasi milenial untuk menyebarkan keunikan daerah masing-masing dengan kreativitasnya.

Menyambut tantangan Kwai ini, salah satu video bloger yang hadir dalam temu komunitas malam itu, Yoko Sunarto, menyambut antusias. Yoko yang seorang pegiat di Komunitas Kali Bedog aktif menggunakan aplikasi video lain, namun belum pernah mendapatkan bayaran.

“Setiap bulan saya bisa menghasilkan 10-15 video terutama terkait kehidupan di sekitar Kali Bedog. Saya akan berusaha memenuhi tantangan itu, apalagi bayaran bisa menjadi penghasilan tambahan,” kata Yoko yang sehari-hari menjadi penyuluh pertanian.


Reporter: Arif Koes Hernawan
Editor: Rosyid

Rosyid
08-10-2017 14:08