Main Menu

Putri Astrid dan Bambu untuk Menerangi Indonesia

Dani Hamdani
16-03-2016 14:09

Putri Astrid dari Kerajaan Belgia menanam Bambu di Kenun Raya Bogor, 16 Maret 2016 (Dok GATRAnews)

Bogor, GATRAnews - Selain bertemu Presiden Joko Widodo, Putri Astrid dari Kerajaan Belgia, ternyata juga menanam bambu di Kebun Raya Bogor. Putri Astrid menyusuri "Astrid Lane" atau Jalan Astrid di Kebun Raya Bogor. Nama Jalan Astrid merupakan penghargaan kepada Nenek dari Princess Astrid oleh pemerintahan Hindia Belanda, saat sang putri berbulan madu ke Bogor pada 1930.

  

Bambu yang ditanam Putri Astrid hari ini adalah Bambusa lako, yang dihasilkan dari laboratorium kultur jaringan di Yogyakarta. Di laboratorium milik perusahaan Belgia, PT Bambu Nusa Verde (BNV) ini, dibuat sekitar 30 spesies bambu. Seperti Phylostachys Nigra berasal dari Cina, Oxytenanthera abysinica dari Kenya, Guadua amplexifolia dari Venezuela. 

 

Semua bambu awalnya berasal dari negara-negara yang disebutkan diatas, dan dibudidayakan di Yogyakarta. Teknologi in-vitro (kultur jaringan) untuk pembuatan benih bambu, atau "kloning bambu" tanpa modifikasi genetik ini adalah hasil penelitian Universitas Ghent dan OPRINS GROUP, Belgia.

 

Dalam kunjungan ke Indonesia satu pekan ini (12-19 Maret), Putri Astrid datang dalam rombongan cukup besar. Ia membawa 301 peserta termasuk CEO dari 167 perusahaan dan organisasi di bidang infastruktur, pelabuhan, energi, industri kimia dan telekomunikasi.

 

Di Bogor, Putri Astri menyaksikan penandatangan naskah kerjasama BNV, Oprins dan perusahaan lokal Clean Power Indonesia (CPI). "Kerjasama ini untuk mempromosikan bambu sebagai solusi energi dan kebutuhan bahan baku industri di Indonesia dengan mereplikasi fasilitas kultur jaringan bambu di berbagai wilayah Indonesia," ujar Jaya Wahono pendiri CPI.

 

Menurut Jaya, kerjasama antara perusahaan dari Indonesia dengan Kerajaan Belgia ini memberikan bentuk konkret kepedulian masyarakat dan pemerintah negara maju dalam mencari solusi perubahan iklim, pengentasan kemiskinan, dan pemenuhan energi bagi seluruh lapisan masyarakat di negara berkembang. 

MOU CPI dan Oprins di Bogor, 16 Maret 2016 (Dok GATRAnews)
MOU CPI dan Oprins di Bogor, 16 Maret 2016 (Dok GATRAnews)

"Masa depan dunia akan sangat bergantung pada kemampuan kita semua berkolaborasi dalam pengembangan teknologi  ramah lingkungan, penguatan institusi lokal dan perluasan akses dana-dana publik untuk membiayai proyek-proyek energi Terbarukan dan Restorasi Lingkungan di berbagai belahan dunia terutama di negara-negara berkembang seperti Indonesia," kata Jaya yang juga Presiden Direktur Clean Power Indonesia.

 

Clean Power Indonesia memprakarsai proyek percontohan untuk melistriki tiga desa di Siberut, sebuah pulau 150 km di lepas pantai Sumatera. Desa-desa kecil - Madobag, Matotonan, dan Saliguma - berlokasi di Siberut Biosphere Reserve (Cagar Alam Dunia) dan hanya dapat dicapai dengan naik perahu selama empat jam kini bisa terang di malam hari tanpa perlu minyak tanah.

"Sukses proyek powerplant dari Bambu di Siberut, akan memberikan keyakinan kepada banyak orang untuk menerima fungsi bambu yang lebih luas," kata Jaya. 

 

Proyek percontohan lain yang dikembangkan oleh Clean Power Indonesia adalah untuk membuktikan bahwa bambu juga dapat menjadi sumber biomassa bagi pembangkit listrik yang terkoneksi dengan jaringan listrik PLN.

 

"Proyek di Bali adalah proyek on-grid pertama di Indonesia dan dunia yang menggunakan bambu sebagai sumber biomassa dan sekaligus akan menjadi showcase bagi Bali sebagai 'Pulau Energi Bersih'" kata Jaya.

 

Lewat kerjasama dengan BNV dan Oprins, Jaya berharap solusi powerplant Bambu ini bisa dipakai di seluruh Indonesia untuk daerah-daerah terpencil. Karena menurutnya, saat ini   diperkirakan ada sebanyak 10.000 desa dan dusun tanpa akses listrik. "Di seluruh dunia, masih sekitar 1,3 miliar orang saat ini hidup tanpa listrik," ujar lulusan Tehnik Mesin Institut Teknologi Bandung ini.


Editor: Dani Hamdani 


Klik www.gatra.com/telkomsel untuk daftar online kartuHalo Telkomsel tanpa harus datang ke kantor GraPARI

Dani Hamdani
16-03-2016 14:09