Main Menu

Planet Asal Adam Sebelum Dikirim Tuhan ke Bumi?

Rohmat Haryadi
02-09-2016 17:58

Ilustrasi bintang dan planet (Dok GATRAnews)Jakarta, GATRAnews - Teleskop di gurun garam Atacama, Chile diperintahkan memelototi bintang terdekat dengan Matahari, Proxima Centauri. Tiba-tiba bintang itu berkedip lembut. Sangat lembut. Seperti sorot lampu mobil yang diganggu nyamuk yang melintas tepat di depannya. Namun kedipan ultra lembut itu sangat berharga. Karena menunjukkan ada planet yang tengah melintas di depan (transit) bintang kerdil merah (Matahari, bintang kerdil kuning) itu.



Ilmuwan berkesimpulan, planet seukuran 1,3 Bumi mengorbit  di sekitar Proxima Centauri. Planet baru itu dijuluki Proxima b. Dia mengorbit bintang induknya seperti Bumi mengorbit Matahari. Yaitu berada di zona habitasi atau zona layak huni dimana air dalam bentuk cair bisa hadir. Air merupakan pelarut biologi untuk kehidupan, maka muncul pertanyaan apakah Proxima b benar-benar mampu mendukung kehidupan?

Rory Barnes, seorang profesor astronomi di University of Washington, menekankan hal ini. "Jika planet ini jauh lebih besar, mungkin lebih seperti Neptunus dengan selimut gas tebal," tulis Barnes. Sangat menggembirakan bahwa planet itu kemungkinan berbatu seperti Bumi. Namun para peneliti tidak tahu pasti apakah planet ini memiliki atmosfer. Proxima b menarik perhatian ilmuwan setelah penemuannya dilansir peneliti Max Planck Institute, akhir Agustus lalu.

Bintang juga menimbulkan masalah untuk hadirnya kehidupan. Proxima Centauri, yang terletak 4.22 tahun cahaya dari Bumi, adalah katai merah hanya 0,1 persen seterang matahari dan menyimpan 12 persen massa matahari. Itu berarti zona layak huni adalah 25 kali lebih dekat. Sehingga satu kali putarannya hanya 11,3 hari (bandingkan dengan Bumi yang 365 hari). Planet yang dekat di cenderung terkunci, sehingga wajah yang sama selalau menghadap bintang. Maka sisi itu terlalu panas untuk kehidupan, sementara sisi gelap akan terlalu dingin.

Kerdil merah juga bergejolak dengan lontaran api (flare) yang kuat - yang dapat menghancurkan atmosfer planet, dan memandikannya dengan radiasi berbahaya. Lotaran flare itu jauh lebih sering daripada bintang seperti matahari. Sebuah medan magnet akan menawarkan beberapa perlindungan dari ledakan bintang tersebut, tetapi tidak ada yang tahu apakah Proxima b memilikinya.

Selama bertahun-tahun, para ilmuwan berpikir bahwa perlahan berputar planet seperti Proxima b tidak bisa mendukung medan magnet yang kuat. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa  planet yang terkunci tarikan pasang surut bintang memanas sehingga menghasilkan medang magnet yang kuat. Proxima b memiliki medan magnet yang kuat dan dapat membelokkan flare.

Masalah lainnya adalah air - khususnya, berapa banyak Proxima b mungkin memilikinya. Jika Proxima b memiliki air yang cukup, maka sangat mungkin planet di bintang tetangga terdekat itu menopang kehidupan. Banyak teori yang mengatakan bahwa kehidupan di Bumi berasal dari bintang lain, bisa jadi dari Proxima b kehidupan ditransfer ke Bumi. Ataukah Tuhan menurunkan Adam dari planet ini?


Penulis: Rohmat Haryadi

Editor: Dani Hamdani 

Rohmat Haryadi
02-09-2016 17:58