Main Menu

Air di Planet Kerdil Ceres

Rohmat Haryadi
04-09-2016 07:34

Gunung di Planet Ceres (Dok NASA)

California, GATRAnews - Sebuah gunung setinggi 3 mil (5 kilometer) kesepian di Ceres. Sebuah planet kerdil yang merupakan anggota rangkaian asteroid yang membentang antara Mars dan Jupiter.  Gundukan itu kemungkinan sebuah gunung berapi, dan planet kerdil itu diperkirakan memiliki atmosfir yang tipis. Inilah dua dari banyak pendapat baru tentang Ceres dilansir misi luar angkasa Dawn dari NASA (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Amerika) pekan ini dalam jurnal Science.



"Dawn telah mengungkapkan bahwa Ceres adalah dunia yang beragam yang jelas memiliki aktivitas geologi di masa lalu," kata Chris Russell, peneliti utama dari misi Dawn, berbasis di University of California, Los Angeles. Penemuan yang mengejutkan, Dawn telah terdeteksi atmosfir yang lemah.

 

Detektor sinar gamma dan neutron Dawn (GRAND) mengamati bukti bahwa Ceres telah dihujani elektron dari angin matahari dengan aktivitas yang sangat tinggi selama sekitar enam hari. Secara teori, saat terjadi interaksi antara partikel angin surya dan molekul atmosfer akan teramati oleh GRAND.


Atmosfer yang mengandung uap air itu konsisten dengan deteksi Herschel Space Observatory di Ceres pada 2012-2013. Herschel mengamati produksi elektron yang besar ketika angin matahari memukul molekul air. "Kami sangat bersemangat untuk menindaklanjuti ini, dan penemuan lainnya tentang dunia (Ceres) ini menarik," kata Russell. Nah, darimana air berasal?


Ahuna Mons adalah kubah vulkanik yang tidak ditemui terlihat di tempat lain di Tata Surya. Menurut analisis baru yang mempelajari model pembentukan kubah vulkanik dengan peta medan 3 dimensi dari Dawn, serta fitur geologi analog di tempat lain di Tata Surya, berkesimpulan bahwa gunung itu sangat langka di alam.

 

Secara khusus, dia merupakan kriovolkano - gunung berapi yang meletuskan cairan yang terbuat dari bahan mudah menguap seperti air, bukan silikat. "Ini adalah satu-satunya contoh yang diketahui dari kriovolkano yang berpotensi terbentuk dari campuran lumpur asin, dan yang terbentuk di masa lalu, " kata Ottaviano Ruesch dari NASA Goddard Space Flight Center.


Ahuna Mons mungkin telah meletus air cair di masa lalu, dan Dawn telah mendeteksi air di masa kini, seperti yang dijelaskan dalam sebuah studi pimpinan Jean-Philippe Combe dari Bear Fight Institute, Winthrop, Washington. Combe dan koleganya menggunakan pemetaan spectrometer inframerah Dawn (VIR) untuk mendeteksi es air di Oxo Crater (kawah Oxo), di pertengahan garis lintang di Ceres.


Editor: Rohmat Haryadi

Rohmat Haryadi
04-09-2016 07:34