Main Menu

Berburu Mikroba Mars di Perut Bumi

Rohmat Haryadi
14-09-2016 16:58

Gambar kiriman rover Curiosity, dimana dia telah menemukan metana yang menawarkan kemungkinan kehidupan di bawah permukaan planet Mars (Dok NASA)

Jakarta, GATRANews - Witwatersrand, Afrika Selatan, satu mil di dalam terowongan tambang yang tidak terpakai, ilmuwan dipandu lampu pada helm, berjalan dengan susah payah melintasi kegelapan, permukaan yang tidak rata, dan kotoran dari banjir. Di perut bumi tambang emas Beatrix, mereka membuka ransel, mengambil alat dan dengan cermat menyiapkan tabung untuk mengumpulkan sampel. Demikian dilaporkan The New York Times, 12/9/2016.



Bersandar tangga dinding yang batu keras, Tullis Onstott C.,  profesor geosains di Princeton, mengambil sampel. Dia keluar dengan air penuh sesak mikroba, organisme yang berkembang tidak karena kehangatan matahari, tetapi dari panas yang dihasilkan perut Bumi.

 

Ini bentuk kehidupan kecil --bakteri dan mikroba lain, bahkan cacing kecil. Mereka ada di tempat yang hampir tidak mungkin untuk dicapai, hidup dalam kegelapan abadi di batuan keras di perut planet ini.



Para ilmuwan seperti Onstott telah berburu kehidupan di dunia bawah, bukan hanya di Afrika Selatan, tetapi di pertambangan di South Dakota, dan di bawah lautan. Apa yang mereka pelajari dapat memberikan wawasan ke mana kehidupan bisa ada di tempat lain di Tata Surya, termasuk Mars. Mikroba Mars mungkin juga terlihat seperti apa yang tinggal di batu-batu di sini di tambang bawah tanah.


Kondisi yang sama hampir pasti ada di Mars. Mengebor sebuah lubang di sana, akan mendapatkan organisme ini, dan mereka mungkin dengan senang hati eksis oleh reaksi kimia dalam batuan, dan sedikit tetesan air.

 

"Selama Anda bisa mendapatkan di bawah es, tidak ada masalah," kata Dr. Onstott. "Mereka hanya perlu sedikit air," tegasnya.


Editor: Rohmat Haryadi

Rohmat Haryadi
14-09-2016 16:58