Main Menu

Planet Kerdil Bercincin di antara Para Raksasa

Rohmat Haryadi
18-09-2016 05:31

Ilustrasi Planet Kerdil Bercincin (ESO / L. Calçada / Nick Risinger)

Jakarta, GATRANews - Planet bercincin selama ini hanya diketahui milik empat raksasa yaitu Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Ternyata tidak hanya empat planet gas itu yang memiliki cincin. Sebuah tim peneliti sedikitnya menemukan dua buah planet minor (kerdil) bercincin yang menghuni kawasan centaur. Yaitu kawasan di antara Jupiter dan Neptunus, yang dihuni sekitar 44.000 planet kerdil berdiameter lebih dari satu kilometer. Bagaimana peneliti menjelaskan asal usul cincin baru di sekitar dua planet minor itu?



Temuan itu dipublikasikan di Astrophysical Journal Letters, 29 Agustus lalu. Kemudian diperkenalkan pada AAS Nova, sebuah website yang menyoroti jurnal penelitian dari  American Astronomical Society, awal September ini. Penulis utama dari makalah ini adalah Hyodo Ryuki (Universitas Kobe Departemen Planetologi), dan co-penulis Profesor Sébastien Charnoz (Institut de Physique du Globe / Université Paris Diderot), Professor Genda Hidenori (Earth- Life Science Institute, Tokyo Institute of Technology), dan Profesor Ohtsuki Keiji (Universitas Kobe Departemen Planetologi).


Cincin planet kerdil itu teramati pada 2014 dalam pengamatan okultasi bintang (suatu peristiwa yang terjadi ketika cahaya dari sebuah bintang diblokir benda angkasa) oleh beberapa teleskop mengungkapkan bahwa cincin ada sekitar centaur Chariklo. Segera setelah ini, para ilmuwan menemukan bahwa cincin kemungkinan ada sekitar centaur lain seperti Chiron. Namun saat itu, asal-usul cincin di sekitar planet-planet minor tetap misteri.


Tim mulai dengan memperkirakan probabilitas centaur itu mengorbit cukup dekat dengan planet raksasa yang akan menghancurkan si kerdil dengan tarikan gravitasi pasang surut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 10% centaur akan mengalami tingkat pertemuan yang intim (dekat). Simulasi komputer menyelidiki remasan yang disebabkan tarikan pasang surut ketika centaur lewat dekat planet raksasa. Hasil pertemuan tersebut ditemukan bervariasi tergantung pada parameter seperti spin (putaran) saat awal centaur lewat, ukuran inti, dan jarak dengan planet raksasa.


Tim menemukan bahwa, dalam banyak skenario, centaur ini hanya sebagian hancur oleh gaya tarik pasang surut saat melintas dekat dekat planet raksasa. Dimana mantel es dan beberapa inti centaur dapat direnggut dan tersebar, terikat gravitasi dari pecahan terbesar yang tersisa dari inti. Partikel itu mengorbit sisa inti terbesar tersebut dalam orbit yang sangat eksentrik. Sehingga saling bertabrakan satu sama lain, dan membentuk cakram di sekitar inti yang tersisa. Cakram itu pada evolusi lebih lanjut dengan mudah membentuk cincin yang teramati saat ini di sekitar Chariklo dan Chiron.


Hyodo dan kawan-kawan mengatakan jika 'skenario itu benar, maka Chariklo dan Chiron adalah benda langit dengan inti silikat padat, dan cincin mereka tersusun dari es air, atau campuran es air yang terkotori sejumlah kecil silikat. Pengamatan di masa depan planet-planet minor akan membantu untuk menguji model ini. Dan pengamatan dari centaur lain mungkin menemukan sistem cincin lainnya, namun lebih bersembunyi di sistem tata surya kita!

Catatan:
1.    Centaur adalah benda langit kecil yang mengorbit antara Jupiter dan Neptunus. Orbit mereka saat ini atau masa lalu berulang kali melintas dekat dengan planet raksasa, dan kadang-kadang melewati sangat dekat.

2.    Chariklo adalah anggota centaur dengan radius sekitar 250 kilometer. Pada tahun 2014 itu diklarifikasi pada pengamatan  okultasi bintang, centaur ini memiliki cincin.

3.    Chiron adalah centaur dengan radius sekitar 220 kilometer. Seperti Chariklo, itu dianggap memiliki cincin berdasarkan data dari beberapa pengamatan.


Editor: Rohmat Haryadi

Rohmat Haryadi
18-09-2016 05:31