Main Menu

Mengungkap Tabir Misteri Tiupan “Peluit Malaikat” dari Kedalaman Semesta

Rohmat Haryadi
18-11-2016 08:32

Teleskop Ruang Angkasa NASA, Swift (Aurore Simonnet)

Jakarta, GATRANews - Kiamat terjadi didahului dengan tiupan sangkakala malaikat. Apakah bentuknya seperti tiupan peluait? Sepritan peluit dari kedalaman kosmos kini sering membingungkan para astronom. Sebuah ledakan yang datang dari kedalaman kosmos telah memperdalam misteri sekitar sinyal radio 'alien' yang para astronom tengah berjuang untuk mengidentifikasinya.


Ledakan gelombang radio superkilat (FRBs) adalah fenomena misterius yang "menyala", melepaskan kilasan kuat gelombang radio sepersekian detik, kemudian hening. Sekelompok peneliti yang menguping sinar gamma, telah mencatat bahwa 'ledakan' energi itu berasal dari titik yang sama. Peneliian itu membantu untuk mempersempit darimana asal FRBs atau “peluit malaikat” itu.

Para astronom menemukan sinyal sinar gamma mengikuti jejak yang menyusul ledakan “peluit malaikat”. Kilatan gelombang radio super cepat atau FRBs, adalah emisi radio yang muncul secara acak dan singkat, yang membuat astronom tidak hanya sulit untuk menemukan sumbernya, tetapi juga sulit untuk mempelajarinya.

Beberapa pengamat berspekulasi, bahwa sinyal itu berasal dari bintang yang bertabrakan. FRBs pertama terlihat, atau lebih tepatnya 'terdengar' oleh teleskop radio, pada 2007. Butuh bertahun-tahun bagi para astronom untuk sepakat bahwa itu bukan kesalahan pada salah satu instrumen teleskop.

Penjelasan yang diajukan untuk ledakan kilat itu termasuk sinyal dari kehidupan cerdas di luar bumi. Menggunakan data dari NASA Swift Telescope, wahana ruang angkasa yang mengorbit bumi untuk mengukur semburan sinar gamma, satu tim astronom telah menemukan radiasi sinar gamma yang kuat setelah ledakan gelombang radio.

Mereka mengklaim sinyal itu mengikuti atau menyusul gelombang FRBs, sehingga berpotensi untuk membantu mencari sumber ledakan. Sebuah tim di Pennsylvania State University, Amerika, menemukan bahwa satu objek, yang disebut FRBs 131.104 - telah terlihat (4 November, 2013) – yang diikuti pancaran radiasi sinar gamma.

Pada saat yang sama, kelompok peneliti di Australia memantau ledakan gelombang radio. Jika ledakan gelombang radio berlangsung selama sepersekian detik, sinar gamma berlangsung antara dua hingga enam menit, dan jauh lebih kuat - lebih dari satu miliar kali ledakan gelombang radio.

Sinar gamma sebagai gelombang susulan setelah FRBs menumbuhkan keraguan bahwa sumber ledakan itu berasal dari kehidupan cerdas di luar Bumi. "Saya harus mengatakan bahwa tidak ada alasan untuk percaya itu dari alien," kata James DeLaunay, seorang peneliti Penn State dan penulis utama kertas kerja terkait FRBs.

Dia mengatakan kepada MailOnline: "Skala energi dari peristiwa besar ini, harus berasal dari ledakan 100 miliar miliar bom atom, hanya untuk output jumlah energi yang sama [untuk] dari bagian sinyal radio FRBs. Sementara, sinar gamma yang terdeteksi berasal dari materi yang tak kalah dahsyat. “Untuk membuat energi dari komponen ledakan sinar gamma, kita harus mengubah seluruh massa Jupiter menjadi energi murni,” katanya.

James DeLaunay, seorang peneliti Penn State, mengatakan kepada MailOnline: “Jadi ini adalah deteksi yang pertama dari kehadiran sinyal  non radio yang menyusuli  FRBs. Mendeteksi rekan non radio (sinar gamma) sangat membantu kita mempersempit kemungkinan apa sumber FRBs," katanya.

Profesor Derek Fox, seorang astrofisikawan di Penn State, mengatakan: "Meskipun teori telah mengantisipasi bahwa FRBs mungkin disertai dengan sinar gamma, emisi sinar gamma dari FRB 131.104 mengejutkan, tahan lama dan cerah." Sejauh ini, para ilmuwan percaya FRBs dapat memancarkan sinar gamma dengan dua cara.

Pertama, melibatkan bintang yang runtuh karena terasnya adirenggut gravitasinya sendiri, dan melepaskan flare (ledakan) magnet yang sangat besar, mirip dengan jilatan api matahari. Kedua, adalah jauh lebih ganas, yang melibatkan dua bintang neutron yang bertabrakan untuk bersama-sama membentuk lubang hitam. Namun tim Penn State sekarang telah melemparkan dua kemungkinan itu pada skenario campuran yaitu ledakan bintang (supernova) dan membentuk lubang hitam supermasif. Jadi, inikah bukti kiamat akan didahului tabrakan bintang-bintang yang melahirkan orkestra sangkakala semesta dengan dirigen malaikat Isrofil?

Editor: Rohmat Haryadi

Save

Save

Save

Save

Rohmat Haryadi
18-11-2016 08:32