Main Menu

Permukaan Danau di Mars Kuno Kaya Oksigen

Rohmat Haryadi
02-06-2017 07:27

Jakarta GATRAnews - Sebuah danau yang stabil di Mars kuno menyediakan kondisi lingkungan yang berbeda secara signifikan dari satu bagian danau ke bagian lainnya. Temuan komprehensif itu diperoleh tiga setengah tahun misi wahana pendarat NASA, Curiosity. Sebelumnya telah terungkap adanya danau lebih dari tiga miliar tahun yang lalu menggenangi kawah Gale (Gale Crater) di Mars. Penelitian ini mendefinisikan kondisi kimia danau dimana menurut Curiosity bahwa danau itu bertingkat. Demikian Sciencedaily, 1 Juni 2017.


Genangan air yang terdiversifikasi menunjukkan perbedaan kimia atau fisik yang tajam antara air bagian dalam, dan air permukaan. Di danau Gale, air dangkal lebih kaya oksidan daripada air yang lebih dalam. "Kami mempelajari bahwa di beberapa bagian danau dan pada waktu-waktu tertentu, air membawa lebih banyak oksigen," kata Roger Wiens, seorang ilmuwan planet di Laboratorium Nasional Los Alamos, penulis studi diterbitkan di jurnal Science, 1 Juni 2017.

"Ini penting karena mempengaruhi mineral apa yang tersimpan dalam sedimen, dan juga karena oksigen itu penting untuk kehidupan. Tapi, kita harus ingat bahwa pada saat Danau Gale eksis, kehidupan di planet kita belum beradaptasi dengan penggunaan fotosintesis oksigen. Belum lagi ditemukan, keadaan oksidasi unsur-unsur tertentu seperti mangan atau besi untuk kehidupan, jika pernah ada di Mars. Keadaan oksidasi ini akan dikendalikan kandungan oksigen terlarut dari air," katanya.

"Ini sangat berbeda, ada lingkungan yang sama di danau yang sama," kata Joel Hurowitz dari Stony Brook University, penulis utama laporan tersebut. "Jenis stratifikasi oksidan adalah ciri umum danau di Bumi, dan sekarang kita menemukannya di Mars. Keragaman lingkungan di danau Mars ini akan memberi banyak kesempatan bagi berbagai jenis mikroba untuk bertahan hidup," katanya.

Apakah Mars pernah menyelenggarakan kehidupan apapun masih belum diketahui, namun mencari tanda-tanda kehidupan di planet manapun, apakah Bumi, Mars atau dunia es yang lebih jauh, dimulai dengan rekonstruksi lingkungan untuk menentukan apakah ia dapat mendukung kehidupan. NASA menggunakan Curiosity untuk menjelajahi lingkungan yang bisa dihuni di permukaan kuno Mars.

Lebih dari 1.700 sol (hari Mars, yang 24 jam, 39 menit), keingintahuan itu telah menempuh perjalanan lebih dari 16 km dari dasar kawah Gale menuju Gunung Sharp di dekat pusat kawah. Los Alamos National Laboratory mengembangkan instrumen Laser-shooting Chemistry and Camera (ChemCam) yang nongkrong di atas Curiosity bersamaan dengan badan antariksa Prancis.


Karya Los Alamos tentang instrumen yang digerakkan oleh penemuan seperti ChemCam berasal dari pengalaman membangun laboratorium dan mengoperasikan lebih dari 500 instrumen pesawat ruang angkasa untuk keamanan nasional. Para ilmuwan menggunakan semua data yang dikumpulkan ChemCam dan instrumen on-board lainnya untuk mengumpulkan gambaran yang lebih lengkap tentang sejarah geologi Mars.


Editor: Rohmat Haryadi

 

Rohmat Haryadi
02-06-2017 07:27