Main Menu

Canon Luncurkan Dua Kamera Sinema Terbaru di Indonesia

Abdul Rozak
27-10-2017 16:17

Johnny NG – Pro Video Project Manager Canon Singapore Pte. Ltd., Merry Harun – Canon Division Director, pt. Datascrip dan Mahatma Putra – Cinematographer & Director Anatman Pictures berfoto saat peluncuran kamera Canon EOS C200 dan EOS C700 di Jakarta. (Dok. Canon/AK9)

Jakarta, Gatracom - Dalam perhelatan Indonesia Digital Economy Summit 2017, PT Datascrip meluncurkan dua kamera sinema Canon bagi profesional jajaran EOS Cinema yang bisa merekam dengan format 4K. Dua kamera sinema itu adalah EOS C200 dan EOS C700.


Kamera cinema ini masing-masing dibanderol RT Rp 130,7 juta (EOS C200) serta Rp 486,4 juta (EOS C700). Sementara harga EOS C700 tipe Global Shutter adalah Rp 500 juta.

Canon EOS C200 kamera sinema dibekali dengan prosesor gambar terbaru Dual DIGIC DV 6. Otak kamera ini memungkinkan untuk merekam video dalam formar Cinema Raw Light, maka hasil file yang dihasilkan lebih kecil dibandingkan sepertiga dan seperlima Cinema Raw lain tanpa mengurangi kualitas video.

Perekaman 4K dengan EOS C200 ini bisa menggunakan format MP4 dapat disimpan langsung ke SD Card. Kamera sinema ini juga dilengkapi dengan LCD layar sentuh LM V-1. Maka pengaturan fokus subjek cukup dengan menyentuh LCD ini.

EOS C200 dilengkapi teknologi dual pixel CMOS AF dengan menghadirkan perubahan fokus yang cepat dan halus selama proses perekaman serta kualitas tinggi. Kemudian memiliki kemampuan rentang dinamis yang lebar setara 15-stop untuk perekaman video 4K HDR dalam formar cinema row light dan 13-stop untuk perekaman format MP4 yang menggunakan Log Gamma Canon yaitu Canon Log 3 dan Canon Log.

Canon EOS C700 menjadi kamera pertama seri Cinema EOS System yang mendukung lensa anamorphic yang memungkinan bisa melakukan perekaman kompresi dengan menampilkan efek blur yang unik. Sehingga bisa dihasilkan gambar dengan aspek rasio 2,39: 1 yang menjadi ciri khas produksi sinema.

Kamera sinema ini kemampuan merekam high-frame-rate Full HD dengan kecepatan maksimum 240 frame per second (crop). Serta memungkinkan bisa pemutaran ulang (playback) mulus, bahkan saat diperlambat sehingga memberikan kebebasan berkreasi. 

Desain EOS C700 adalah yang teratas di antara seri Cinema EOS System. Dirancang dengan bodi modular berubah-ubah. Kamera ini memberikan keleluasaan penyesuaian gambar di lokasi yang menjadi kebutuhan profesional, seperti untuk perfilman, drama televisi, periklanan dan dokumenter.

Kekuatan calculation-processing sensor CMOS dan platform pemrosesan gambar setara 35mm pada EOS C700 menghadirkan gambar 4K dengan rentang dinamis dan luas. Untuk format perekaman XF-AVC kamera juga mendukung Apple ProRess, sebuah format kompresi video yang dikembangkan Apple Inc.

Melengkapi semua kecanggihan itu, saat digunakan bersama perekam CDX-3651 yang dikembangkan Codex, kamera dapat menangkap 120 frame per second pada resolusi maksimal 4K.

EOS C700 dipasangi rolling shutter dan mounting lensa EF  beragam lensa EF lepas tukar Canon. EOS C700 memiliki global shutter yang bisa mengekspos seluruh sensor piksel secara simultan untuk pengambilan gambar bebas distorsi, serta dilengkapi mount lensa PL untuk digunakan dengan lensa PL standar dalam industri.

Konversi antara mount EF dan mount PL, serta di antara sensor CMOS rolling shutter dan sensor CMOS global shutter ini untuk menyesuaikan kebutuhan produksi yang berbeda-beda.

Dilengkapi dengan Log Gammas dari Canon, Canon Log 3, Canon Log 2 dan Canon Log, EOS C700 dapat merekam maksimum 15-stop rentang dinamis lebar yang dibutuhkan untuk menghasilkan video HDR. Digunakan dengan layar Canon profesional seperti DP- V2420, DP-V2410 atau DP-V1710, pengguna Canon EOS C700 dapat menikmati tampilan video HDR berstandar SMPTE ST 2084 saat shooting.


Reporter: Abdul Rozak
Editor: Arief Prasetyo

Abdul Rozak
27-10-2017 16:17