Main Menu

Bintang ini Memakan Anaknya Sendiri

Rohmat Haryadi
28-12-2017 23:17

Bintang-bintang di langit (AFP/yus4)

Indiana Gatra.com --- Seperti Cronus, dewa Yunani kuno yang melahap anak-anaknya, sebuah bintang berjarak 550 tahun cahaya dari Bumi  diketahui secara perlahan menelan "keturunannya". Melumat satu atau lebih planet di orbitnya dan menjadikannya awan gas dan debu yang membentang luas. Penemuan di RZ Piscium - yang terletak di rasi Pisces - adalah "pemakan planet yang tak pernah puas" yang dilaporkan pekan ini di The Astronomical Journal. Astronom Universitas Indiana, Catherine Pilachowski adalah penulis dalam penelitian ini, berjudul "Apakah Bintang Muda RZ Piscium Mengkonsumsi Anak Sendiri (Planetary)?"

Penemuan ini dapat menjelaskan periode singkat, namun bisa terjadi pada banyak sistem tata surya, termasuk wilayah kita sendiri. "Kami tahu tidak biasa bagi planet untuk bermigrasi ke dalam sistem tata surya muda karena kami telah menemukan begitu banyak sistem tata surya dengan 'Jupiter panas' - planet gas yang serupa dengan Jupiter namun mengorbit sangat dekat dengan bintang mereka," kata Pilachowski.

 

"Ini adalah fase yang sangat menarik dalam evolusi sistem planet. Itu terjadi dengan sangat cepat dibandingkan dengan masa hidup bintang," katanya. Planet yang terbang terlalu dekat dengan matahari mereka - robek tercabik oleh kekuatan pasang surut - secara resmi dikenal sebagai "planet terganggu." Dalam kasus RZ Piscium, bahan di dekat bintang seperti matahari perlahan "dikunyah" untuk membuat lingkaran kecil dari puing-puing yang berjarak sama dengan bintang. 

 

"Berdasarkan pengamatan kami, tampaknya kami melihat planet gas yang cukup masif yang ditarik bintangnya, atau mungkin dua planet kaya gas yang bertabrakan dan terkoyak," kata Pilachowski dari RZ Piscium. Di tata surya kita, misalnya, beberapa astronom berspekulasi bahwa Uranus dan Neptunus bertukar orbit sekitar 4 miliar tahun yang lalu. Tapi orbit yang tidak menentu cenderung stabil dari waktu ke waktu, jatuh ke pola reguler.

 

Seorang pakar analisis spektrum cahaya dari bintang-bintang jarak jauh untuk menentukan suhu, gravitasi dan komposisi unsurnya, Pilachowski bertanggung jawab dalam studi baru untuk menentukan kekuatan gravitasi di dekat permukaan RZ Piscium. Pengamatan tersebut membantu menjelaskan radius bintang dan kecerahan, yang keduanya menyarankan sebagai bintang muda di tengah tata surya yang bebas dengan planet yang tidak stabil.

 

Umur RZ Piscium tidak pasti. Medan puing di sekitar bintang bisa diakibatkan orbit tak menentu di tata surya muda atau penghancuran planet-planet yang terjadi saat bintang tua tumbuh sebelum runtuh dan sekarat. Analisis Pilachowski tentang cahaya bintang juga membantu menentukan jumlah lithium di bintang, menandai bintang tersebut sebagai yang relatif muda 30 juta sampai 50 juta tahun. Para astronom dapat menggunakan tingkat lithium untuk memperkirakan usia bintang karena elemen tersebut menurun seiring berjalannya waktu.

 

Penulis penelitian juga menemukan suhu bintang sekitar 9.600 derajat Fahrenheit (5.330 derajat Celsius) - hanya sedikit lebih dingin dari matahari kita. Tanda lain dari bintang relatif muda ialah menghasilkan sinar-X pada tingkat kira-kira 1.000 kali lebih besar dari matahari kita.

 

"Penemuan ini benar-benar memberi kita sekilas langka dan indah tentang apa yang terjadi pada banyak planet baru terbentuk yang tidak dapat bertahan dari kekacauan dinamis awal tata surya muda," kata Pilachowski. "Ini membantu kita memahami mengapa beberapa sistem tata surya muda bertahan - dan beberapa lainnya tidak," katanya.


Editor: Rohmat Haryadi

Rohmat Haryadi
28-12-2017 23:17