Main Menu

Generator Listrik Gelombang Laut Buatan ITS Lebih Efisien

Rosyid
05-01-2018 11:20

Indonesia Tidal Power (INTIP) nama Pembangkit Tenaga Gelombang Laut ciptaan Mahasiswa ITS. (Dok. ITS/FT02)

Surabaya, Gatra.com - Mahasiswa Departemen Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil melakukan inovasi teknologi pembangkit listrik tenaga gelombang laut. Inovasi mereka berhasil meningkatkan efisiensi secara signifikan dari teknologi yang ada sekarang. 

 

Muhammad Rifky Abdul Fattah, bersama tiga rekannya yakni Ghufron Fawaid, Pinanggih Rahayu dan Aniq Jazilatur menyebut pembangkit ciptaannya Indonesia Tidal Power (INTIP). "Sebagai negara kepulauan, gelombang laut Indonesia memiliki potensi energi yang sangat besar. Sayangnya, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal," tutur Abdul kepada Antara, Kamis (4/1).

 

Mahasiswa asal Kalimantan ini melanjutkan, salah satu teknologi pembangkit energi listrik tenaga ombak yang paling banyak diminati adalah "oscilating water column". 

 

Sayangnya, "oscilating water column" memiliki tingkat efisiensi yang masih rendah karena suplai udara ke generator tidak terus menerus.

 

Dalam hal ini, Abdul dan tim membuat inovasi pembangkit listrik sistem kombinasi tenaga gelombang laut tipe "oscilating water column" dan angin yang memanfaatkan sistem katup. Dari hasil pengujian, nilai tegangan yang dihasilkan INTIP mengalami peningkatan sebesar 24 persen dibandingkan dengan teknologi konvensional.

 

Sistem katup INTIP membuat sistem searah, sehingga terdapat celah udara bertekanan yang mengalir dengan bebas.  "Kemudian kami manfaatkan udara bertekanan tersebut untuk menggerakan pembangkit listrik tenaga angin," kata dia.

 

Abdul berharap, inovasi yang ditawarkannya mampu membantu memenuhi kebutuhan listrik khususnya di daerah 3T dengan lokasi di sekitar pesisir. "Dengan memanfaatkan gelombang laut sebagai pembangkit listrik, pulau terpencil di daerah-daerah tertinggal, terdepan, dan terluar dapat turut mendapatkan akses listrik. Dampaknya, rasio elektrifikasi nasional akan merambat naik," ujarnya.


 

Editor: Rosyid

Rosyid
05-01-2018 11:20