Main Menu

Stephen Hawking: Bumi Akan Menjadi Neraka

Rohmat Haryadi
10-01-2018 20:45

Stephen Hawking. (AFP/Anthony Wallace/AK9)

Jakarta, Gatra.com --Profesor Stephen Hawking memperingatkan Bumi akan menjadi dunia yang panas tak tertahankan, jika pemanasan global terus berlanjut. Fisikawan itu mengatakan keputusan Presiden Donald Trump untuk menarik diri dari Perjanjian Iklim Paris telah menghancurkan planet ini. Hawking mengatakan Bumi suatu hari nanti akan terlihat seperti planet Venus, bersuhu 460 °C  jika kita tidak mengurangi emisi gas rumah kaca.


Venus, planet terdekat kedua dengan matahari, mirip Bumi 4 miliar tahun yang lalu, menurut NASA. Planet ini dihuni sekitar 2 miliar tahun, dengan air di permukaannya dan suhu nyaman serupa Bumi. Gas rumah kaca di atmosfer Venus membakar samudera, dan mengubahnya menjadi planet panas yang terik, dengan angin hingga 180mph (300km/jam).

Venus adalah contoh pemanasan akibat efek rumah kaca, Hawking mengatakan, sesuatu yang bisa terjadi di Bumi jika gas rumah kaca di atmosfer mencapai tingkat yang ekstrim. "Lain kali Anda bertemu dengan mereka yang membohongkan perubahan iklim, suruh mereka melakukan perjalanan ke Venus. Saya akan membayar ongkosnya," kata Hawking.

Hawking sebelumnya telah memperingatkan bahwa planet bumi tidak layak huni jika perubahan iklim terus berlanjut. Dia mengecam keputusan Presiden AS Donald Trump untuk menarik diri dari Paris Climate Agreement tahun lalu. Pada 2015, sekitar 195 negara menandatangani kesepakatan yang menetapkan langkah-langkah untuk mengurangi emisi gas rumah kaca untuk mencegah kenaikan suhu lebih dari dua derajat dalam 50 tahun ke depan.

Profesor Stephen Hawking telah memperingatkan bahwa samudera bumi akan terbakar saat menjadi hotspot yang tidak bisa dihuni jika kita tidak mengurangi emisi gas rumah kaca kita. Tapi Trump mengumumkan pada  Juni 2017 dimulainya proses tiga tahun untuk menarik keluar dari perjanjian tersebut, dengan alasan bahwa hal itu akan membuat AS memiliki kerugian ekonomi. "Saya tidak menyangkal pentingnya memerangi perubahan iklim dan pemanasan global, tidak seperti Donald Trump, yang mungkin telah mengambil keputusan yang paling serius dan salah tentang perubahan iklim yang telah dilihat dunia ini," katanya.


Editor: Rohmat Haryadi

Rohmat Haryadi
10-01-2018 20:45