Main Menu

Lagi, Orangutan Hasil Rehabilitasi Sukses Dikembalikan ke Hutan

Flora Librayanti BR K
12-01-2018 17:18

Ilustrasi Rehabilitasi Orangutan (Antara/yus4)

Jakarta, Gatra.com – Kedutaan Besar Amerika Serikat, pemerintah Indonesia, dan Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) mengumumkan pelepasan dua orangutan jantan dan dua orangutan betina yang berhasil dilakukan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, Kalimantan. Keempat orangutan tersebut menambah jumlah orangutan yang telah direhabilitasi di taman nasional yang terletak di perbatasan antara provinsi Kalimantan Barat dengan Kalimantan Tengah tersebut. Tercatat totalnya menjadi 75 sejak pelepasliaran pertama pada Agustus 2016.

 

 


“Kami bangga bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dan Yayasan BOS untuk melepasliarkan lebih banyak orangutan ke habitat aslinya. Sejak awal 1990an, USAID secara konsisten memberikan dukungan untuk pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian hutan, termasuk habitat orangutan,” kata Pelaksana Tugas Direktur USAID, Ryan Washburn dalam rilis yang diterima GATRA.com.

 


Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, Pemerintah Kabupaten Katingan, BKSDA Kalimantan Tengah, dan Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya mendukung upaya konservasi ini.

 


The International Union for Conservation of Nature menyatakan bahwa orangutan terancam punah. Di Indonesia, orangutan dilindungi oleh undang-undang, tetapi populasinya terus menurun karena perburuan, kebakaran hutan, dan hilangnya habitat. Kepunahan mereka akan mempengaruhi regenerasi hutan dan keseimbangan ekosistem.

 

 

 

“Upaya pelepasliaran orangutan kembali ke habitat alaminya harus terus berjalan. Saat ini masih ada ratusan orangutan yang berada di pusat-pusat rehabilitasi. Kami menyambut baik sepenuhnya upaya kerja sama ini,” sebut Kepala Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah, Adib Gunawan.

 


Sementara itu, Kepala Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya Wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat, Heru Raharjo berencana memastikan semua orangutan yang dilepasliarkan di taman nasional ini akan mendapat hidup alami yang layak. Harapannya mereka bisa membentuk populasi liar baru dan terus berkembang. “Semakin banyak orangutan hidup bebas di hutan, semakin dekat kita kepada tujuan melestarikan satwa liar yang dilindungi ini,” imbuhnya.

 


CEO Yayasan BOS, Jamartin Sihite mengingatkan bahwa masih ada ratusan orangutan lain menanti di pusat rehabilitasi Nyaru Menteng. Upaya menjaga orangutan dan hutan yang masih tersisa adalah faktor penting bagi kualitas hidup manusia.

 


Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) memberikan komitmen sebesar US$ 87,8 juta untuk jangka waktu 2015-2020 yang akan membantu pemerintah Indonesia meningkatkan pengelolaan hampir dua juta hektar habitat orangutan dan melestarikan spesies yang dilindungi.

 

 

 

Masyarakat Kabupaten Katingan, donor perseorangan, organisasi-organisasi mitra seperti PT. Cometa International, serta Zoos Victoria dan Commonwealth of Australia yang telah memberikan dukungan melalui Department of Environmental and Energy dan organisasi konservasi di seluruh dunia turut memberikan kontribusi penting terhadap upaya konservasi hutan dan perlindungan orangutan.




 

Editor : Flora L.Y. Barus

 



 



 



 



 



 

Flora Librayanti BR K
12-01-2018 17:18