Main Menu

Dahsyat! Astrofisikawan Menemukan Planet-planet di Luar Galaksi Bima Sakti.

Rohmat Haryadi
03-02-2018 21:39

Citra lensa gravitasi (cahaya bintang jauh diperbesar gravitasi bintang di dekatnya) RX J1131-1231 galaksi dengan lensa galaksi di bagian tengah, dan empat quasars latar belakang. Diperkirakan ada triliunan planet di galaksi elips pada tengah gambar.

Oklahoma, Gatra.com -- Matahari kita memiliki planet-planet yang mengorbitnya disebut Tata Surya. Di luar Tata Surya, bintang-bintang penghuni galaksi Bima Sakti juga memiliki planet-planet. Galaksi Bima Sakti memiliki sekitar 200 milyar bintang. Menemukan planet di bintang lain, sudah sangat umum. Hingga kini sekitar 4000 planet di bintang lain telah berhasil dideteksi. Nah, bagaiaman dengan planet di galaksi lain di luar Bima Sakti? Tim astrofisika Universitas Oklahoma menemukan untuk pertama kalinya populasi planet di luar galaksi Bima Sakti.


Mereka menggunakan metode mikrolensing. Dengan teknik ini, cahaya dari bintang yang jauh diperbesar oleh gravitasi bintang di dekatnya, seperti cahaya lampu sorot yang melewati kaca pembesar. Sebuah fenomena astronomi dan satu-satunya metode yang diketahui yang mampu menemukan planet pada jarak yang benar-benar jauh dari Bumi di antara teknik deteksi lainnya. Para periset Universitas Oklahoma (OU) dapat mendeteksi benda-benda di galaksi ekstragalaksi yang berukuran berkisar massa Bulan hingga massa Jupiter. Demikian Sciencedaily, 2 Februari (3 Februari waktu Indonesia) melaporkan.

Xinyu Dai, profesor di Homer L. Dodge Departemen Fisika dan Astronomi, OU College of Arts and Sciences, dengan peneliti postdoctoral OU, Eduardo Guerras, membuat penemuan dengan data dari Observatorium Sinar-X Chandra milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika (NASA), sebuah teleskop di ruang angkasa yang dikontrol Smithsonian Astrophysical Observatory. "Kami sangat gembira dengan penemuan ini, ini adalah pertama kalinya seseorang menemukan planet di luar galaksi kita," kata Dai.

"Planet kecil ini adalah kandidat terbaik untuk tanda yang kami amati dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik microlensing. Kami menganalisis frekuensi tanda tersebut dengan presisi tinggi dengan memodelkan data untuk menentukan massa," tambahnya.

Sementara planet-planet sering ditemukan di dalam Bima Sakti dengan menggunakan microlensing, efek gravitasi benda-benda kecil pun dapat menciptakan pembesaran tinggi yang mengarah ke tanda yang dapat dimodelkan dan dijelaskan di galaksi ekstragalaksi. Sampai penelitian ini, belum ada bukti adanya planet di galaksi lain.

"Ini adalah contoh seberapa kuat teknik analisis microlensing extragalactic. Galaksi ini terletak 3,8 miliar tahun cahaya jauhnya, dan tidak ada sedikit pun kesempatan untuk mengamati planet-planet ini secara langsung, bahkan dengan teleskop terbaik yang bisa dibayangkan dalam skenario fiksi ilmiah, " kata Guerras. "Namun, kami bisa mempelajarinya, mengungkap kehadiran mereka dan bahkan memiliki gagasan tentang massa mereka. Ilmu yang sangat keren," katanya.

Untuk penelitian ini, peneliti OU menggunakan Observatorium X-ray Chandra NASA di Smithsonian Astrophysical Observatory. Model microlensing dihitung di OU Supercomputing Center for Education and Research.


Editor: Rohmat Haryadi

Rohmat Haryadi
03-02-2018 21:39