Main Menu

Ditemukan 95 Planet Ekstrasurya Baru, Masih Ada 5000 Kandidat

Rohmat Haryadi
16-02-2018 06:32

Bintang-bintang berplanet (ESA/Hubble/ESO/M. Kornmesser)

Kongens Lyngy, Gatra.com -- "Kami mulai menganalisis 275 kandidat dimana 149 divalidasi sebagai planet ekstrasurya yang sesungguhnya. Pada gilirannya, 95 planet itu terbukti merupakan penemuan baru," kata mahasiswa PhD Amerika Serikat, Andrew Mayo di National Space Institute (DTU Space) di Technical University of Denmark, 15 Februari 2018. Mayo adalah penulis utama karya yang dipresentasikan dalam Jurnal Astronomi. "Penelitian ini telah dilakukan sejak rilis data K2 pertama di tahun 2014," katanya.


Penelitian ini telah dilakukan sebagai bagian proyek senior selama studi sarjana di Harvard College. Ini juga melibatkan tim rekan internasional dari institusi seperti NASA, Caltech, UC Berkeley, Universitas Kopenhagen, dan Universitas Tokyo.

Teleskop ruang angkasa Kepler diluncurkan pada 2009 untuk berburu exoplanet di satu petak langit, namun pada tahun 2013 sebuah kegagalan mekanis melumpuhkan teleskop itu. Namun, para astronom dan insinyur merancang cara untuk mereparasi dan menyelamatkan teleskop luar angkasa dengan mengubah bidang pandangnya secara berkala. Solusi ini membuka jalan bagi misi K2 menindaklajuti misi sebelumnya, yang masih berlangsung hingga saat ini untuk mencari transit --kedipan bintang ketika planet melewati depannya-- planet ekstrasurya.

Transit ini dapat ditemukan dengan mendeteksi penurunan cahaya yang disebabkan bayangan planet ekstrasurya saat melintasi di depan bintang inangnya. Penurunan ini adalah indikasi exoplanet yang kemudian harus diperiksa lebih dekat untuk memvalidasi bahwa kandidat itu benar-benar exoplanet.

Ilmu tentang planet luar Surya tergolong maih muda. Planet pertama yang mengorbit bintang mirip dengan Matahari kita terdeteksi pada 1995. Saat ini ada 3.600 eksoplanet yang ditemukan, mulai dari planet berukuran Bumi berbatu hingga raksasa gas besar seperti Jupiter.

Ini adalah pekerjaan yang sulit untuk membedakan sinyal mana yang sebenarnya berasal dari exoplanet. Mayo dan rekan-rekannya menganalisis ratusan sinyal eksoplanet potensial secara menyeluruh untuk menentukan sinyal mana yang diciptakan planet ekstrasolar dan yang disebabkan sumber lain.

"Kami menemukan bahwa beberapa sinyal disebabkan oleh beberapa sistem bintang atau kebisingan dari pesawat ruang angkasa. Tapi kami juga mendeteksi planet yang berukuran mulai dari seukuran Bumi seukuran Jupiter dan lebih besar," kata Mayo. Salah satu planet yang terdeteksi mengorbit bintang yang sangat terang.

"Kami memvalidasi sebuah planet pada orbit 10 hari mengelilingi sebuah bintang bernama HD 212657, yang sekarang merupakan bintang paling terang yang ditemukan oleh misi Kepler atau K2 untuk menjadi tuan rumah sebuah planet yang divalidasi. Planet di sekitar bintang terang penting karena para astronom dapat belajar banyak tentang Mereka dari observatorium berbasis darat," kata Mayo.

"Planet-planet ekstrasurya adalah bidang ilmu antariksa yang sangat menarik. Karena semakin banyak planet ditemukan, para astronom akan mengembangkan gambaran yang lebih baik tentang sifat planet ekstrasurya yang pada gilirannya akan memungkinkan kita menempatkan tata surya kita sendiri ke dalam konteks galaksi," katanya.

Teleskop luar angkasa Kepler telah memberikan kontribusi besar pada bidang planet ekstrasurya baik dalam misi awalnya dan misi penerus K2-nya. Sejauh ini misi ini telah menyediakan 5.000 kandidat exoplanet yang sekarang dapat diperiksa lebih dekat.

Dengan misi ruang angkasa baru seperti James Webb Space Telescope dan Transiting Exoplanet Survey Satellite, para astronom akan mengambil langkah baru yang menarik untuk mengarakterisasi dan mempelajari exoplanets seperti planet berukuran Bumi yang berbatu, dapat dihuni, yang mungkin bisa mendukung kehidupan.


Editor: Rohmat Haryadi

Rohmat Haryadi
16-02-2018 06:32