Main Menu

Binatang Malam Menemukan Jalan Mereka Menggunakan Bintang dan Bima Sakti

Rohmat Haryadi
21-02-2018 05:47

Katak Pohon salah satu binatang malam (nokturnal). (Shutterstock/FT02)

Scania, Gatra.com -- Penelitian terbaru menemukan bahwa hewan nokturnal (binatang malam) mengandalkan Bimasakti untuk navigasi. Laporan baru dari Universitas Lund, Swedia menyimpulkan bahwa banyak hewan yang aktif di malam hari bergantung pada bintang tunggal atau cahaya dari galaksi agar bisa beraktivitas setelah matahari terbenam. Secara khusus, burung yang bermigrasi, kumbang kotoran, ngengat, katak, dan anjing laut, mengandalkan cahaya dari luar angkasa. Demikian Dailymail, 21 Februari 2018.


Laporan itu menjelaskan keuntungan yang dimiliki hewan nokturnal karena jam-jam yang mereka habiskan untuk beraktivitas. Analisis tersebut mengatakan: "Lebih sedikit parasit yang aktif dan hal yang sama berlaku untuk predator. Terlebih lagi, tidak banyak pesaing makanan karena ada siang hari."

"Bagi hewan yang bermigrasi atau mencari makanan pada jarak yang sangat jauh, jam dingin malam lebih disukai daripada panasnya sinar matahari," sebut laporan itu. Salah satu kemampuan paling penting dari hewan nokturnal adalah mampu mempertahankan arah yang kuat. "Migrasi burung yang lepas landas saat matahari terbenam mengandalkan kompas magnetik mereka, tapi juga kompas bintang saat mereka menggunakan bintang tunggal sebagai patokan," kata laporan tersebut.

Kemampuan binatang untuk memilih bintang tunggal  turun ke jenis mata - baik 'mata kamera' atau 'mata majemuk'. Peneliti James Foster menjelaskan: "Hewan dengan mata kamera, jenis mata yang dimiliki manusia, dapat membedakan bintang individu."

Foster juga menjelaskan bahwa para ilmuwan masih belum tahu banyak tentang kemampuan hewan nokturnal. Secara khusus, mereka tidak tahu apa yang terjadi saat burung migrasi nokturnal mengubah lokasi tujuan. Foster berkata: "Kita masih tahu sedikit tentang bagaimana hewan nokturnal mengalami dan menafsirkan langit malam.

"Misalnya, belum ada yang menentukan apakah, dan bagaimana, burung yang bermigrasi mengubah titik acuan mereka di langit malam saat mereka melewati garis khatulistiwa," katanya. Foster mengharapkan hal ini akan segera berubah. "Saya pikir teknologi yang muncul, seperti kamera yang sangat peka, akan memungkinkan kita untuk menemukan lebih banyak spesies yang juga menggunakan langit berbintang untuk membimbing mereka selama jam-jam gelap malam ini," katanya.


EditoR: Rohmat Haryadi

Rohmat Haryadi
21-02-2018 05:47