Main Menu

Air Menyebar Merata di Permukaan Bulan

Rohmat Haryadi
25-02-2018 05:40

Air menyebar di permukaan Bulan (NASA's Goddard Space Flight Center)

Colorado, Gatra.com --- Sebuah analisis data baru dari dua misi bulan menemukan bukti bahwa air Bulan didistribusikan secara luas ke seluruh permukaan dan tidak terbatas pada wilayah atau jenis medan tertentu. Air tampaknya hadir siang dan malam, meski tidak mudah diakses. Temuan ini dapat membantu peneliti memahami asal-usul air di Bulan, dan betapa mudahnya menggunakannya sebagai sumber daya. Demikian Sciencedaily, 23 Februari 2018.


Jika Bulan memiliki cukup air, dan jika cukup mudah untuk diakses, penjelajah masa depan mungkin bisa menggunakannya sebagai air minum atau untuk mengubahnya menjadi hidrogen dan oksigen untuk bahan bakar roket atau oksigen untuk bernafas. "Kami menemukan sinyal yang mengindikasikan air selalu tampak dimana-mana," kata Joshua Bandfield, seorang ilmuwan riset senior di Space Science Institute di Boulder, Colorado, dan penulis utama studi baru yang diterbitkan di Nature Geoscience.

"Kehadiran air tampaknya tidak bergantung pada komposisi permukaan," dia menambahkan. Hasil ini bertentangan dengan beberapa penelitian sebelumnya, yang menunjukkan bahwa lebih banyak air terdeteksi di garis lintang kutub bulan, dan kekuatan sinyal air akan hilang dan berkurang sesuai dengan hari lunar (29,5 hari di Bumi). Beberapa peneliti mengusulkan bahwa molekul air dapat "melompat" melintasi permukaan bulan sampai mereka memasuki perangkap dingin di tempat gelap kawah di dekat kutub utara dan selatan.

Dalam ilmu planet, perangkap dingin adalah wilayah yang sangat dingin, uap air dan volatil lainnya yang bersentuhan dengan permukaan akan membeku untuk jangka waktu yang lama, mungkin sampai beberapa miliar tahun. Bukti utama berasal dari instrumen penginderaan jauh yang mengukur kekuatan sinar matahari yang tercermin dari permukaan bulan. Saat air hadir, instrumen seperti ini mengambil sidik jari spektrum cahaya pada panjang gelombang di dekat 3 mikrometer, yang berada di luar cahaya tampak dan di bidang radiasi infra merah.

Tetapi, permukaan Bulan juga bisa menjadi cukup panas untuk "bercahaya," atau memancarkan cahaya sendiri, di wilayah spektrum infra merah. Tantangannya adalah bagaimana mengurai campuran cahaya yang dipantulkan dan dipancarkan ini. Untuk membedakan keduanya, peneliti perlu memiliki informasi suhu yang sangat akurat.

Bandfield dan rekannya menemukan cara baru untuk memasukkan informasi suhu, membuat model rinci dari pengukuran yang dilakukan instrumen Diviner pada Lunar Reconnaissance Orbiter NASA, atau LRO. Tim tersebut menerapkan model suhu ini pada data yang dikumpulkan Moon Mineralogy Mapper, spektrometer yang mendeteksi berkas cahaya di bidang radiasi infra merah. Laboratorium Propulsi Jet NASA di Pasadena, California, mencangkokan piranti itu pada pengorbit Chandrayaan-1, India.

Temuan baru air yang meluas dan relatif tidak bergerak ini menunjukkan bahwa dia hadir terutama sebagai dalam bentuk senyawa OH, sebuah kerapatan H2O yang lebih reaktif yang terbuat dari satu atom oksigen dan satu atom hidrogen. OH, juga disebut hidroksil, tidak bertahan lama, lebih memilih menyerang molekul atau menggabungkan diri secara kimiawi pada mereka. Oleh karena itu, hidroksil harus diekstraksi dari mineral agar bisa digunakan.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa setiap H2O yang ada di Bulan tidak terikat secara longgar ke permukaan. "Dengan memberi batasan pada bagaimana gerakan air atau OH di permukaan, kita dapat membantu membatasi berapa banyak air yang bisa mencapai perangkap dingin di daerah kutub," kata Michael Poston dari Southwest Research Institute di San Antonio, Texas.

Menyortir apa yang terjadi di Bulan juga dapat membantu peneliti memahami sumber air dan penyimpanan jangka panjangnya pada planet darat lainnya di Tata Surya. Para periset masih mendiskusikan apa temuan mereka tentang sumber air Bulan. Hasilnya menunjukkan OH dan / atau H2O diciptakan oleh angin matahari yang menyentuh permukaan bulan, meskipun tim tersebut tidak mengesampingkan bahwa OH dan atau H2O bisa berasal dari Bulan itu sendiri. Karena kedua zat perlahan dilepaskan dari mineral dimana sudah terkunci sejak Bulan terbentuk.

"Beberapa dari masalah ilmiah ini sangat, sangat sulit, dan hanya dengan menggambarkannya dari berbagai sumber dari misi yang berbeda, dan kita dapat mengasah jawaban," kata ilmuwan proyek LRO, John Keller dari Goddard Space Flight Center NASA di Greenbelt, Maryland. LRO dikelola oleh Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard milik NASA di Greenbelt, Maryland, untuk Direktorat Misi Sains di Markas Besar NASA di Washington, D.C. JPL merancang, membuat dan mengelola instrumen Diviner.


Editor: Rohmat Haryadi

Rohmat Haryadi
25-02-2018 05:40