Main Menu

Perairan Teluk Balikpapan Tercemar, KLHK Bentuk Tim Investigasi

Flora Librayanti BR K
07-04-2018 13:06

Dirjen Gakkum KLHK, Rasio Ridho Sani.(GATRA/RAS/re1)

Jakarta, Gatra.com - Tumpahnya minyak di Pesisir Teluk Balikpapan dari pipa Pertamina menjadi perhatian publik Indonesia. Akibat dari tumpahan minyak tersebut berpotensi mengancam peradaban biota laut.

Dalam diskusi "Perspektif Indonesia" yang berlokasi di Gado-gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat (7/4), Dirjen Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup, Rasio Ridho Sani mengatakan saat mengetahui tumpahan minyak, Menteri Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya Bakar langsung menginstruksikan jajarannya untuk melakukan peninjauan.

Sebagai komitmen kuat dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), lanjut Rasio, pihaknya telah mengerahkan 3 Dirjen yang terdiri dari Direktur Jenderal Penegakan Hukum, Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, serta Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem.

Selain itu, dalam penanganannya KLHK membentuk tim investigasi yang berperan dalam melacak penyebab patahnya pipa minyak Pertamina. “Tim ini beranggotakan ahli-ahli. Seperti ahli lingkungan, ahli terumbu karang, dan ahli evaluasi. Kemudian ada modeling dampak lingkungan yang kini tengah kita kumpulkan datanya,” papar Rasio.

Langkah yang dilakukan KLHK bertujuan untuk melihat seberapa besar tingkat kerugian yang muncul sekaligus menyelidiki potensi tindak pidana dalam kejadian ini. “Dari upaya ini bisa dilihat, apakah ada kaitannya dengan kepatuhan perusahaan (Pertamina_red) dalam hal perizinan, aturan perundang-undangan. Setelah itu barulah kami siapkan langkah kedepannya seperti langkah hukum ataupun langkah pencegahan lainnya,” ucap Rasio.

Rasio menuturkan Pertamina sudah mengakui adanya kerusakan pipa bawah laut yang menghubungkan Terminal Crude Lawe-lawe dengan Kilang Balikpapan. Sejauh ini tim investigasi masih menyelidiki dua faktor penyebab terjadinya patahnya pipa. Dua Faktor yang dimaksud yakni: faktor internal yang meliputi kualitas pipa, perawatan pipa minyak serta faktor eksternal berupa adanya benturan-benturan.

“Untuk menyelidiki, tim kami pun melakukan penyelaman di tempat kejadian. Laporan dari tim kami, bahwa memang ada kerusakan di sana. Kerusakan yang dialami masih didalami. Kondisinya perairan di teluk Balikpapan banyak lumpur dan bercampur minyak,” katanya.


Reporter : RAS
Editor : Flora L.Y. Barus

 

Flora Librayanti BR K
07-04-2018 13:06